SELAMAT HARI PAHLAWAN, #SEMOGA TERCATAT SEBAGAI SYUHADA'

Friday 16 May 2014

Politisi dan Kader PDIP Puji PKS yang "Adem Ayem"


Pemilu legislatif telah usai. Sejumlah nama caleg telah ditetapkan oleh KPUD Kabupaten Bekasi sebagai penghuni 50 kursi dewan yang tersedia. Namun sejumlah masalah bermunculan, dengan maraknya aksi gugat-menggugat. Hal ini tidak hanya terjadi antar partai peserta pemilu, tetapi juga antar caleg di satu partai.

"Kalo di PKS kayaknya adem-ayem aja," ucap politisi PDIP Kabupaten Bekasi pada suatu ketika sambil mengacungkan jempolnya.

Memang Tersiar kabar, bahwa di internal PDIP Kabupaten Bekasi terjadi konflik elektoral terkait perolehan suara untuk DPR-RI antara kubu Tono Bahtiar dan Daniel Lumban Tobing. Dan sebagaimana diketahui, kubu pendukung Tono Bahtiar sempat menggelar demonstrasi di depan kantor KPUD Kabupaten Bekasi saat pleno rekapitulasi suara digelar.

"Pemilu boleh usai, tapi di partai kami (PDIP), ini belum selesai. Bahkan bisa jadi berdarah-darah!" ungkap seorang pengurus PDIP Kabupaten Bekasi saat berbincang disela-sela acara rapat pleno rekapitulasi suara di aula KPUD Kabupaten Bekasi (20/04) lalu.

Selain itu, di tubuh PDIP Kabupaten Bekasi masih mencuat juga infomasi seputar perseteruan antara Tata Saputra dengan Tarsono didaerah pemilihan dua kabupaten Bekasi. Dimana kubu Tarsono mensinyalir adanya pengelembungan perolehan suara Tata Saputra dibeberapa TPS didesa Gandamekar dan Cibuntu yang merupakan basis konstituennya.

Dihubungi ditempat terpisah, Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, H. Muhammad Nuh, mengungkapkan bahwa diinternal PKS relatif tanpa konflik terkait penetapan kursi. Kalaupun ada riak-riak kecil, itu merupakan dinamika demokrasi dan lebih disebabkan karena luapan emosi dan suasana kebatinan saja.

"Keduanya sudah selesai,"ujar Muhammad Nuh singkat saat disinggung soal adanya sedikit masalah internal di daerah pemilihan satu dan empat.[hs/rsd/pksciktim.org/pksnongsa.org] 

0 comments:

Post a Comment