SELAMAT HARI PAHLAWAN, #SEMOGA TERCATAT SEBAGAI SYUHADA'

Monday, 9 January 2017

Segera Selesaikan Kasus Penelantaran Jamaah Umroh di Jeddah

thumbnailIlustrasi
Jakarta (9/1) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan 143 jamaah umroh asal Indonesia yang terlantar di Jeddah, Madinah, Arab Saudi.
Pasalnya, hal itu sudah terjadi berulang kali oleh agen travel, sehingga memancing reaksi keras dari DPR RI.
"Pemerintah dalam hal ini kementerian agama (kemenag), kemenlu, kemenhub, dan sebagainya harus turun tangan menyelamatkan jamaah umroh yang ditelantarkan oknum travel tak bertanggung jawab itu," kata Iskan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/1).
Diketahui, informasi mengenai ratusan jamaah umroh yang terlantar dari Kalimantan Barat ini atas penuturan dari ketua rombongan umroh, Heri. Ratusan jamaah umroh tersebut berangkat melalui salah satu agen travel dimana hingga kini masih belum dapat kembali ke Indonesia.
Melihat hal itu, Iskan mengaku kecewa dengan sikap Kemenag yang terkesan tidak pro aktif mengawasi beberapa travel yang selama ini diberi hak memberangkatkan jamaah Umroh.
“Mungkin ini adalah imbas dari tidak secara eksplisitnya UU Penyelenggaraan Ibadah Haji Nomor 13/2008, dalam mengatur tentang pengawasan dan supervisi terhadap travel atau penyelenggara perjalanan umrah. Hanya ada pasal 44 yang mengatur tentang persyaratan biro perjalanan wisata dapat ditetapkan sebagai penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah. Agar makin memperkuat lagi, maka ke depan perlu merevisinya, atau membuat UU tersendiri yang mengatur  tentang perjalanan ibadah umrah,”jelas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II ini.
Selain itu, menurut Iskan, belum bisa pulangnya jamaah umroh di Jeddah itu, karena pihak kedutaan RI pun kesulitan membantu.
"Berdasakan informasi, masih ada sekitar 1.000 jemaah yang tidak bisa pulang ke tanah air, disebabkan maskapai belum bisa menerbangkannya, lantaran pihak pencarter belum membayar cost-nya. Pihak Kedutaan pun kesulitan, karena para jamaah hanya berbekal tiket one way dan pihak travel pun tidak bisa menyelesaikan," katanya.
Oleh karena itu, Iskan berharap ada penyelesaian segera, agar nasib para jamaah tidak terkatung-katung. 
"Penyelesaian yang cepat salah satunya, meminta kemenhub mengirimkan pesawat untuk menjemput mereka. Jangan sampai visa mereka expired, sehingga masalah semakin rumit," katanya.
Iskan menambahkan, sebenarnya kasus penelantaran jamaah umroh oleh pihak travel tidak perlu terjadi jika masyarakat teliti memilih travel. 
"Masyarakat harus teliti, terutama menyangkut harga tiket yang terkadang tidak rasional. Sehingga banyak jamaah tergiur dengan harga murah tersebut," kata Iskan.
Apalagi sekarang, sudah marak travel dengan sistem multi level marketing (MLM). Walaupun Kemenag melarang dan MUI memfatwakan haram, tapi Iskan meragukan apakah Kemenag sudah mengeceknya.
"Jangan-jangan masih banyak yang beroperasi sehingga akan banyak pula korban berjatuhan,"katanya.
 Iskan berharap bagi siapa saja yang merasa tertipu oleh oknum travel umroh, berkenan melapor kepada komisi VIII DPR RI dan aparat penegak hukum.‎

Sumber : pks.id

PKS Tetap di Luar Pemerintahan

thumbnailIlustrasi
Jakarta (9/1) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan bahwa partai akan tetap berada di luar pemerintahan. Hal tersebut, kata Jazuli, sesuai dengan keputusan Majelis Syuro agar tetap berada di luar pemerintahan dengan berbagai alasan.
"Alasan pertama, PKS sadar tidak ikut berkeringat dalam memenangkan pasangan Jokowi-JK sehingga rasanya tidak etis begitu Jokowi-JK menang, lalu PKS mengambil jatah teman-teman yang sudah berkeringat," ujar Jazuli di Jakarta, Senin (9/1).
Kedua, kata dia, agar tetap terjadi check and balances dalam menjalankan pemerintahan. Namun, Jazuli menegaskan bahwa PKS tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan selama kebijakannya sejalan kepentingan rakyat.
"Jika kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan keinginan rakyat terutama rakyat kecil, maka PKS akan memberikan tusiyah atau mengingatkan, bukan menganggu, demi bangsa dan Negara. Dalam konteks ini, PKS ini menjadi oposisi yang konstruktif," tandas dia.
Hal senada diungkapkan juga oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. Menurut dia, di luar kabinet merupakan bagian dari demokrasi. Bila, PKS memenangkan pemilu maka berada di dalam kabinet.
"Majelis syuro sudah memutuskan, kami akan istiqomah di luar kabinet, istiqomah di luar kabinet itu bukan menjadi asal beda, asal mengkritik. Jadi, Kalau kita kalah ya di luar kabinet, kami hormati pilihan politik kawan-kawan yang lain silakan, kami sudah memutuskan itu dan hormatilah sikap kami," kata Hidayat di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (8/1).
PKS, kata Hidayat, akan mengawasi kinerja pemerintahan dalam membangun Indonesia dari luar kabinet. Hidayat menegaskan pihaknya tidak akan goyah terkait keputusan tersebut.
"Kami sudah punya pengalaman dua-duanya, zaman SBY-JK kami di dalam kabinet, era gusdur kami dalam kabinet, zaman Mega kami di luar kabinet dan baik-baik saja. Itu kan hal biasa dalam demokrasi," pungkas dia.
Sumber: beritasatu.com

HNW: Maulid Nabi Sarana Membangkitan Umat

thumbnailWakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dalam maulid nabi di kantor DPP PKS, Ahad (8/1/2017)
Jakarta (8/1) - Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW jangan dijadikan sebatas tradisi tahunan. Jadikan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum kebangkitan umat.
"Berkah dari maulid ini melahirkan umat yang ber-izzah (martabat) sehingga mampu membebaskan Al Aqsha. Inilah asbabul wurud (sebab kemunculan atau kedatangan) maulid," ujar Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor DPP PKS, Jl Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad (8/1/2017).
Hidayat menceritakan asal mula munculnya peringatan maulid nabi di dalam sejarah Islam. Menurutnya, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diinisasi oleh Sultan Salahuddin Al Ayyubi setelah melihat kondisi umat Islam saat itu yang dalam keterpurukan. Sultan Salahuddin melihat akidah umat dalam keadaan sangat lemah. Keimanan dan tauhid hanya sebatas bahan diskusi dan perdebatan. Kecintaan kepada dunia begitu kuat.
"Akibatnya, umat jadi lemah. Dijajahlah dunia Islam, termasuk Masjid Al Aqsha di Palestina," tutur Hidayat.
Sebagai generasi yang lahir dari sistem madaris nizhamiyah di masanya, Sultan Salahuddin menurut Hidayat, tidak rela dengan kondisi kritis akidah yang menjangkiti umat Islam.
"Beliau ingin mengembalikan izzah (martabat) umat. Sehingga salah satunya dengan mengingat Rasulullah SAW melalui peringatan maulid. Subhanallah, melalui maulid umat jadi bangkit," cetusnya.
Karena itu, lanjut wakil ketua MPR ini, maulid Nabi Muhammad SAW tidak perlu lagi diperdebatkan. Sebagai sarana, maulid Nabi Muhammad SAW menjadi wasilah (medium) untuk kebangkitan umat.
"Untuk konteks Indonesia, kita bisa bayangkan maulid jadi sarana untuk bangkitkan umat baik dari asing maupun aseng. Maulid bukan sekadar kumpul-kumpul," pungkasnya.

Sumber  pks.id

Majelis Taklim se-Jabodetabek Padati Maulid Nabi di DPP PKS

thumbnailJamaah Majelis Taklim se-Jabodetabek memadati Maulid Nabi SAW di Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Ahad (8/1/2017)
Jakarta (8/1) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi SAW tahun ini digelar dua sesi untuk menampung jamaah. Sesi kedua khusus diikuti oleh ibu-ibu jamaah Majlis Taklim Se DKI, pada Ahad (8/1/2017).
Acara yang dibuka dengan persembahan Qasidah dari ibu-ibu Majelis Taklim An-Nasiruddin terus didatangi oleh peserta Maulid hingga memenuhi lapangan parkir kantor DPP PKS.
"Target peserta kami sekitar 500 orang, Alhamdulillah sekarang terus berdatangan, selain dari DKI beberapa juga ada yang dari Depok dan Bogor," jelas Iceu Hernawati sebagai ketua pelaksana.
Acara yang mengangkat Tema 'Meneladani Nabi Besar Muhammad SAW dalam Berkhidmat untuk Keluarga dan Rakyat', terus digemakan dengan shalawat nabi dan takbir.
"Rasulullah SAW adalah teladan yang baik dalam membangun keluarga, oleh karena itu kita berharap dapat menerapkan keteladaan beliau dalam keluarga kita masing-masing," jelas Iceu.
Pendapat yang senada juga disampaikan oleh Ketua Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPPKK) DPP PKS Wirianingsih dalam pembukaan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Dengan kita mengenal Rasulullah, maka akan tumbuh rasa cinta kepada beliau. Selain itu, kita juga dapat menjadikan beliau sebagai teladan yang sempurna sebagai seorang ayah, suami dan pemimpin keluarga. Beliau juga dapat menjadi teladan dalam memimpin umat. Semoga ini dapat menjadi acuan untuk kita dalam memilih pemimpin DKI. Karena saat ini, DKI butuh pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi warganya,” Ucap Wiwi kepada peserta.
Selain diikuti oleh Ibu-ibu dari majelis taklim, acara tersebut juga diikuti oleh Fery Farhati, Istri calon Gubernur DKI Anies Baswedan, Mpok Nur, istri calon Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa
"Kami berharap, acara maulid ini juga dapat menjadi pemersatu umat. Serta, dapat membingkai kecintaan kita kepada Allah dan Rasul," tutupnya Wiwi.

Sumber : pks.id


Pemerintah Bekerja Baik, Berita Hoax Hilang


Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS DR Sukamta (Foto: Gilang/ Humas Fraksi PKS DPR RI)

Jakarta (8/1) – Anggota Komisi Bidang Informasi DPR RI, Sukamta menjelaskan bahwa berita bohong (hoax) akan hilang jika pemerintah bekerja dengan baik.
Di sisi lain, Sukamta meminta pemerintah tidak bisa serta merta menyalahkan masyarakat. Oleh karena, maraknya berita hoax tersebut mencerminkan kinerja pemerintah yang kurang berperan baik sebagai sumber informasi.
“Contohnya adalah kasus jumlah tenaga kerja asing (TKA) asal Cina. Presiden dan para menteri menyebutkan data yang berlainan satu sama lain,” jelas Sukamta di Jakarta, Minggu (8/1).
Dalam kasus jumlah TKA asal Cina itu, Sukamta menilai pemerintah tidak satu suara dalam menyatakan kepada publik.
“Akhirnya, masyarakat mereaksi, yang benar siapa ini. Menteri Polhukam, Menaker, Kominfo, Presiden atau siapa? Akhirnya, ini pasti ada yang bohong di antara empat pihak. Yang benar satu, yang lain bohong,” tegas Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini.
Sukamta menambahkan di media sosial marak sebaran hoax lantaran didahului rasa penasaran masyarakat atas sebuah pernyataan yang dikeluarkan pemerintah tapi tidak komprehensif.
“Kalau masalah hoax, ini relatif saja. Karena produksi berita bohong potensinya yang terbesar itu pemerintah, bukan masyarakat,” tegas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Yogyakarta ini.
Sehingga, Sukamta menyarankan agar pemerintah sebaiknya memperbaiki dirinya sendiri terlebih dahulu.
“Kalau pemerintah bekerja sangat baik, insya Allah yang hoax itu akan hilang sendiri,” tutup Sukamta.

Sumber : fraksidpr.pks.id

Sunday, 8 January 2017

Australia Harus Tindak Pelaku Penerobosan KJRI Melbourne

Wakil Ketua BKSAP DPR RI dari Fraksi PKS Rofi Munawar (Foto: Gilang/ Humas Fraksi PKS DPR RI)
Jakarta (8/1) – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar meminta otoritas resmi Australia menindak pelaku penerobosan (trespassing) ke KJRI Melbourne.
“Peristiwa Ini memberikan pesan kepada Pemerintah Indonesia, adanya upaya Kelompok-kelompok di Australia yang berusaha melakukan proses internasionalisasi Isu Papua secara massif dan terencana,” ucap Rofi Munawar pada hari Ahad di Jakarta (8/1).
Bendera Papua Merdeka, Bintang Kejora, mendadak dikibarkan oleh seseorang di KJRI di Melbourne, Jumat (6/1/2017).
Rofi menjelaskan, tindakan penerobosan yang dilakukan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedulatan Indonesia. Oleh karena itu, sebagai bukti adanya hubungan baik dengan Indonesia, sudah semestinya Australia menindak tegas pelaku penerobosan pada kantor perwakilan politik Indonesia yang ada di negeri Kangguru tersebut
Rofi pun menambahkan, kejadian ini menambah rentetan peristiwa internasionalisasi Isu Papua oleh pihak-pihak tertentu. Sehingga, hal ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah.
“Proses identifikasi Isu – Isu Papua harus ditempatkan secara proporsional dan dikomunikasikan secara massif dan intensif Kepada masyarakat internasional, untuk menghadirkan perimbangan Informasi dan penguatan diplomasi Indonesia,” tegas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Timur ini.
Diketahui, sebelum kejadian ini, di awal September 2016 silam, perwakilan dari enam negara di Pasifik membahas kekhawatiran akan keadaan di Papua Barat dalam forum PBB.
Dalam sesi ke-71 KTT PBB yang digelar 13 – 26 September itu, para pemimpin keenam negara tersebut mendesak respons PBB terhadap keadaan di Papua yg cenderung mendiskreditkan Indonesia.
Keenam negara tersebut adalah Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tonga, Nauru, Kepulauan Marshall, dan Tuvalu.
Sumber : fraksidpr.pks.id

Habib Ali As Segaf: Rebut Kembali Jakarta

thumbnailHabib Ali bin Abdurrahman As Segaf memberikan ceramah Maulid Nabi SAW di kantor DPP PKS, Jakarta, Ahad (8/1/2017)
Jakarta (8/1) - Ulama kharismatik Habib Ali bin Abdurrahman As Segaf menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor DPP PKS, Jakarta, Ahad (8/1/2017). Dalam ceramahnya, Habib Ali bin Abdurrahman As Segaf menyerukan kaum Muslimin untuk merebut kepemimpinan Jakarta kembali.
"Ayo rebut Jakarta. Kembalikan kepemimpinan Jakarta kepada umat Islam," ujar Habib Ali bin Abdurrahman As Segaf di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad (8/1/2017).
Habib Ali mengatakan, telah mengusahakan untuk mensosialisasikan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kepada jamaahnya. Dia mengatakan, pasangan yang diusung PKS dan Partai Gerindra ini menjadi representasi umat Islam. "Itu yang sudah saya usahakan untuk saudara-saudara saya Muslim," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengutip Suhuf Ibrahim, orang yang diberi akal sempurna hendaknya dia mencermati apa yang terjadi di zamannya. Umat Islam di Indonesia saat ini menurutnya, menghadapi dua keadaan. Pertama, umat Islam menghadapi situasi perang dan melihat siapa yang memeranginya.
"Tapi kedua, kita juga berada dalam kondisi perang tapi tidak melihat siapa yang memerangi kita. Inilah yang terjadi di Jakarta sekarang. Karena itu ayo rebut Jakarta. Kembalikan Jakarta kepasa umat Islam," tegasnya.

Sumber : pks.id

Kang Iman: Rasulullah SAW Teladan Berkhidmat

thumbnailMaulid Nabi SAW di kantor DPP PKS Jakarta, Ahad (8/1/2017)
Jakarta (8/1) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman, menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW telah menjadi teladan dalam berkhidmat.
Hal ini disampaikan pada pembukaan acara Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP ) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kantor DPP PKS, jln. Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad (8/1/2017).
“Ini adalah bukti dan wujud kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya. Mewujudkan kecintaan kita yang hakiki adalah dengan mengikuti apa yang diperintahkan oleh-Nya dan melakukan apa yang dicontohkan oleh habibana Muhammad SAW,” ujar Sohibul Iman.
Pada acara Maulid Nabi tahun ini, PKS mengambil tema ‘Meneladani Nabi Muhammad dalam Bekhidmat kepada Rakyat’. Karena, bagi PKS melakukan khidmat kepada rakyat telah menjadi visi dan semangat para kader untuk bergerak.
“PKS akan tetap melakukan khidmat kepada umat dan bangsa. Karena, berangkat dari prinsip kami hadir dari umat dan bangsa ini dan kami juga akan bekerja untuk umat dan bangsa ini.”
Selain itu, Sohibul Iman juga menyampaikan bahwa semangat berkhidmat untuk rakyat mencakupi tiga aspek dalam visi dan misi PKS.
“PKS menyebutkan dalam visi misi bahwa berkhidmat untuk rakyat, bangsa dan negara meliputi tiga aspek. Pertama, adalah aspek pelayanan. Kedua, aspek pemberdayaan dan ketiga aspek pembelaan terhadap hukum dan kebijakan yang tidak memberatkan umat,“ jelas Sohibul Iman.
Dalam pidatonya tersebut, Sohibul Iman juga mengajak seluruh peserta Maulid untuk bahu-membahu dalam membentuk khidmat kepada rakyat.
“InsyaAllah, mewujudkan Indonesia sebagai baldatun thoyyibatun warobbun ghofur (negeri yang sentosa, adil dan makmur dibawah lindungan Tuhan Yang Maha Pengampun: Red) bukan merupakan sesuatu yang mustahil untuk kita realisasikan,” tutupnya

Sumber : pks.id

Ratusan Jamaah Mulai Berdatangan Hadiri Maulid Nabi di PKS

thumbnailJamaah mulai memenuhi ruang tenda maulid di lapangan parkir DPP PKS, Ahad (8/1/2017)
Jakarta (8/1) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pagi ini di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan. Sejak pagi, jamaah terus berdatangan.
Sejak pukul 08.00 WIB, Ahad (8/1/2017), masyarakat terus berdatangan ke lokasi maulid di lapangan parkir kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang No 82, Jakarta Selatan. Sebuah tenda besar dengan berukuran sekitar 25 m x 35 m disiapkan di lapangan tersebut untuk menampung jamaah yang diperkirakan mencapai 800 orang.
Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW DPP PKS Igo Ilham mengatakan, acara dibagi menjadi dua sesi. "Sesi pagi untuk laki-laki dan sesi kedua digelar siang hari untuk kaum perempuan," ujar Igo.
Jamaah yang akan hadir, Igo memperkirakan mencapai 1.200 orang. "Kapasitas tenda kami siapkan untuk 800 orang. Jadi untuk sesi pagi sekitar 800 orang, yang siang nanti 400 orang," jelasnya.
Ketua Departemen Pengembangan Umat DPP PKS ini menambahkan, peringatan maulid nabi yang selama ini menjadi tradisi kaum muslimin Indonesia dinilai cukup ampuh menjaga akidah dan hamasah (semangat) menjaga keberlangsungan kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.
“Acara ini insya Allah dihadiri jajaran pimpinan PKS, termasuk Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, juga menyertakan kehadiran para ulama dan habaib serta masyarakat sekitar Kantor DPP PKS,” ujar Igo.
Selain itu rencananya pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno juga akan turut ambil bagian di acara ini.
Dalam rangakaian acara maulid ini akan akan dibacakan Ratib Al-Hadad dan Kitab simtudduror yang akan dipimpin oleh Al Habib Hud bin Baghir Al Athos. Akan hadir juga Habib Ahmad Bin Ali bin Abdurrahman As Segaf salah seorang putra dari Habib Ali Bin Abdurrahman As Segaf, KH Rusdi Ali dan beberapa ulama lain.

Saturday, 7 January 2017

Maulid Nabi SAW di DPP PKS akan Gemakan Kitab Simtudduror

thumbnailKetua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Segaf Aljufri dalam Maulid Nabi SAW DPP PKS tahun lalu
Jakarta (7/1) -- DPP PKS akan kembali menggelar Maulid Nabi SAW di halaman Gedung DPP PKS, Jln TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad (8/1/2017).
Ketua Pelaksana Maulid Nabi SAW di DPP PKS Igo Ilham menerangkan guna meneladani kehidupan Nabi SAW, kader dan simpatisan serta masyarakat akan membacakan riwayat maulid Nabi Muhammad SAW.
"Kitab simtudduror yang menjadi rujukan bacaan akan dipimpin oleh Al Habib Hud bin Baghir Al Athos," ujar Igo di Gedung DPP PKS, Jakarta, Sabtu (7/1/2016).
Igo menerangkan, pembacaan kitab Simtudduror akan diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir dari pagi hingga siang hari. Maulid Nabi SAW di DPP PKS akan digelar dua sesi untuk menampung jamaah. "Sesi pagi akan dihadiri jamaah laki-laki, sesi siang akan dipenuhi jamaah perempuan," ujar Igo menerangkan.
Selain kader, simpatisan dan masyarakat, Igo menyebut Maulid Nabi SAW DPP PKS juga akan dihadiri para alim ulama, habaib, asatidz dan tokoh-tokoh masjid.
"Akan hadir di antara mereka adalah Habib Ahmad Bin Ali bin Abdurrahman As Segaf salah seorang putra dari Habin Ali Bin Abdurrahman As segaf. Selain itu di kalangan alim ulama hadir KH Rusdi Ali dan beberapa ulama lain," ungkap Igo.
Igo menambahkan, dalam Maulid Nabi SAW yang digelar rutin tiap tahun ini, juga akan dihadiri tim hadroh untuk menambah semarak gema maulid esok hari.

Sumber : pks.id

Maulid Nabi untuk Hadirkan Semangat Beragama Umat

thumbnail
Jakarta (6/1) – Dalam sejarahnya, Maulid Nabi Muhammad SAW, bukan tradisi yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sendiri, bahkan juga sahabat dan kaum muslimin di era tersebut. Peringatan kelahiran Nabi terakhir ini, justru diawali oleh seorang panglima perang Islam bernama Shalahuddin Al Ayyubi saat memimpina kaum muslimin merebut Palestina dari tangan tentara salib di awal abad ke-11.
Tradisi membangkitkan semangat umat inilah yang diserap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun 1438 Hijriyah. PKS rencananya akan menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi pada Ahad pagi (8/1) lusa. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Igo Ilham.
Menurut Igo, PKS meyakini tradisi maulidan yang selama ini dilakukan masyarakat Indonesia cukup ampuh menjaga akidah dan hamasah (semangat) kaum muslimin untuk menjaga keberlangsungan kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.
“Acara ini insyaAllah dihadiri jajaran pimpinan PKS, termasuk Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, juga menyertakan kehadiran para ulama dan habaib serta masyarakat sekitar Kantor DPP PKS,” ujar Igo seraya menyatakan acara ini dilaksanakan seperti acara acara maulid tahun-tahun sebelumnya, yaitu di kantor DPP PKS di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selain itu rencananya pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno juga akan turut ambil bagian di acara ini.
Dalam acara tersebut, ujar mantan Anggota DPRD DKI Jakarta ini, akan dibacakan Ratib Al-Hadad, yaitu zikir yang mengingatkan akan keutamaan dan keagungan akhlak Nabi Muhammad SAW, juga taushiyah (nasehat) dari para ulama dan habaib yang hadir.

Maulid Nabi SAW di Gedung DPP PKS akan digelar dalam dua sesi. Sesi pertama digelar pagi hari untuk kaum laki-laki dan sesi kedua digelar siang hari untuk kaum perempuan.

Sumber : pks.id

DPP PKS akan Gelar Maulid Nabi SAW

thumbnailPresiden dan Ketua Majelis Syuro mengikuti maulid awal tahun lalu (ilustrasi)
Jakarta (6/1) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung DPP PKS Jalan TB.Simatupang No.82 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahad (8/1/2017).
Ketua Panitia Maulid Nabi SAW DPP PKS Igo Ilham menerangkan agenda Maulid Nabi SAW digelar untuk mengambil pelajaran dari kelahiran dan perjalanan hidup Rasulullah SAW. Selain itu, kata Igo, untuk membangun kebersamaan dan persatuan umat.
"Utamanya mengambil ibrah (pelajaran) dari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang kedua membangun kebersamaan dan persatuan umat Islam, oleh sebab itu mengundang berbagai kalangan," ujarnya di Gedung DPP PKS, Jumat (6/1/2017).
Ketua Departemen Pengembangan Umat DPP PKS ini menambahkan acara akan digelar dua sesi untuk menampung jamaah yang hadir. "Sesi pagi untuk laki-laki dan sesi kedua digelar siang hari untuk kaum perempuan," ujar Igo.
Igo menerangkan dalam Maulid Nabi SAW tersebut, DPP PKS juga mengundang para alim ulama, habaib, dan tokoh masyarakat. "Yang pasti kader dan simpatisan PKS akan hadir," terang Igo.

Sumber : pks.id

PKSTV - Fraksi PKS Minta Pemerintah Meninjau Ulang & Membatalkan Kenaikan TDL, BBM & PNBP




Sumber : PKSTV

Friday, 6 January 2017

Tolak Penggunaan Dana Setoran Haji untuk Infrastruktur

thumbnailIlustrasi Jamaah Haji
Jakarta (5/1) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba lubis menolak penggunaan dana setoran haji untuk membiayai pembangunan infrastruktur oleh Kementerian agama.
Menurut Iskan, penggunaan dana setoran haji yang telah ditempatkan pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau instrumen sukuk itu harus sesuai peruntukannya dan harus melalui pembahasan dengan komisi VIII DPR RI.
"Selama ini Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang telah direview oleh dewan syariah nasional (DSN) adalah sukuk ritel, dengan masyarakat memodali pembangunan infrastruktur. Namun terkait penggunaan dana setoran haji oleh kementerian agama  untuk itu, saya tidak tahu jangan-jangan Dewan Syariah Nasional (DSN) belum tahu,"kata Iskan di Jakarta, Kamis (5/1).
Selain itu menurut Politisi PKS dari Dapil Sumatera Utara I ini, penggunaan dana setoran haji yang tak sesuai peruntukannya itu dilakukan tanpa sepengetahuan komisi VIII DPR RI.
"Sampai saat ini, belum ada pembahasan antara kementerian agama dengan komisi VIII, apalagi persetujuan," papar Iskan..
Padahal, Iskan menambahkan bahwa penggunaan dana setoran haji yang tidak sesuai peruntukannya itu bisa menimbulkan masalah, di antaranya seperti kesulitan dalam menghitung ujroh (imbalan hasil) infrastruktur yang merupakan kewajiban Negara.
"Jadi bagaimana sistem bagi hasilnya? Jangan Sampai  secara Syar'i menjadi kabur sangat tidak layak kalau sesuai fatwa MUI," kata Iskan.

Sumber : pks.id

Pemerintah Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Kenaikan Biaya STNK

thumbnailKader melayani pemudik dengan berbagi makanan buka Ramadhan lalu (ilustrasi)
Jakarta (6/1) – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Ecky Awal Mucharam menyesalkan kenaikan biaya pengurusan STNK yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah. Ecky juga meminta untuk berhenti saling lempar tanggung jawab atas soal tersebut.
“Kenaikan biaya pengurusan STNK sebesar 2 hingga hampir 3 kali lipat itu tidak masuk akal dan membebani rakyat. Sebab kepemilikan kendaraan bermotor khususnya roda dua didominasi oleh kelas menengah ke bawah. Terlebih pemerintah terkesan saling lempar tanggung jawab atas kebijakan ini” ujar Ecky di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/1).
Sebagaimana diketahui, pemerintah lewat PP 60/ 2016 menaikan biaya pelayanan STNK maupun BPKB baru dan perpanjangan bervariasi dari 2 kali hingga hampir 3 kali lipat. Kebijakan ini berlaku efektif per 6 Januari 2016. Sementara data dari GAIKINDO kepemilikan motor di Indonesia mencapai 260 buah per 1000 penduduk. Banyak di antaranya dimiliki oleh penduduk kelas menengah ke bawah.
Ecky menjelaskan Pemerintah tidak punya alasan kuat untuk kenaikan harga hingga fantastis itu. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) ini pada dasarnya untuk menutup biaya barang atau jasa yang digunakan dalam pelayanan. Pemerintah mengatakan dalam enam tahun belum melakukan penyesuaian tarif sehingga perlu disesuaikan terhadap inflasi.
“Jika ini alasannya, bisa kita hitung dan semestinya hanya 25-30 persen. Kenaikan hingga 2-3 kali lipat tidak bisa dijustifikasi,” tegas Anggota Komisi XI DPR RI ini.
Sementara itu, Ecky menilai jika tujuannya adalah menggenjot penerimaan negara mestinya pemerintah mengambil langkah-langkah yang lebih kreatif dan mencerminkan rasa keadilan.
“Sementara masyarakat menengah ke atas diberikan fasilitas pengampunan pajak, masyarakat menengah ke bawah malah dibebani tambahan pungutan seperti ini. Kesannya dengan kenaikan ini pemerintah sudah kehabisan akal untuk menaikan penerimaan negara yang dua tahun ke belakang selalu defisi,” ujar wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini.
Oleh karena itu, Ecky menilai wajar masyarakat menengah ke bawah merasa kecewa, sebab secara bersamaan juga ada kenaikan BBM dan TDL karena kebijakan pembatasan subsidi, sementara harga-harga seperti cabai mulai merangkak naik.
“Di saat seperti ini ironisnya pemerintah malah saling lempar tanggung jawab di media. Antara Presiden yang mempertanyakan kenaikan tarif padahal beliau sudah menandatangani PP-nya, serta Menteri Keuangan dan Kapolri yang satu sama lain mengelak bahwa kenaikan ini karena usulan mereka. Pemerintah harus bisa menjelaskan dan mempertanggungjawabkan kenaikan ini,” tutup Ecky.

Sumber : pks.id

PKS Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Tarif Listrik dan BBM

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini.
Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini.
JAKARTA -- Pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM dan  TDL pada awal tahun 2017 ini. Penaikan harga BBM mulai berlaku 5 Januari 2017 untuk semua jenis BBM dengan nilai kenaikan Rp 300 per liter di semua daerah. Sementara penaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) telah berlaku lebih dulu mulai 1 Januari 2017 lalu. Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menyayangkan keputusan pemerintah tersebut. PKS meminta pemerintah membatalkan kenaikan tersebut
"Fraksi PKS menilai dari berbagai indikator ekonomi dan kesejahteraan, rakyat masih sulit secara ekonomi, angka pengangguran masih tinggi, sementara daya beli masyarakat masih rendah," kata Jazuli Juwaini, melalui siaran persnya, Kamis (5/1).
Dengan realitas tersebut, lanjut Jazuli Juwaini, tidak bijak jika pemerintah menambah beban ekonomi rakyat dengan menaikkan harga BBM dan TDL. Maka dari itu  itu, Fraksi PKS meminta kepada Presiden untuk membatalkan atau menunda kenaikan harga BBM dan TDL karena hal ini akan menambah kesulitan dan penderitaan rakyat khususnya rakyat kecil.
Anggota Komisi I ini menyarankan agar Pemerintah fokus terlebih dahulu pada upaya peningkatan fundamental kesejahteraan rakyat sebelum mengambil kebijakan penaikan harga-harga.  Menurut pemerintah harus aktif menciptakan lapangan kerja dulu agar pengangguran bisa dikurangi drastis dan daya beli masyarakat meningkat signifikan. Setelah itu baru kalau mau menaikan BBM dan TDL pun rakyat tidak akan terlalu terpukul dan terbebani," kata Anggota DPR Dapil Banten ini.
“Kalau diterapkan dalam kondisi ekonomi rakyat yang sulit saat ini, lanjut Jazuli, jelas ini akan menjadi "kado pahit" tahun baru 2017,” ucap Jazuli
Terkait TDL, terdapat penambahan satu golongan tarif baru, yaitu rumah tangga mampu dengan daya 900 VA. Golongan tarif ini dahulu merupakan golongan tarif R-1/900 VA. Akibatnya, sebanyak 18,9 juta pelanggan listrik 900 VA yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) akan mengalami ‎pencabutan subsidi secara bertahap mulai 1 Januari 2017.

Sumber : republika.co.id

Thursday, 5 January 2017

PKS Keberatan Kenaikan Harga BBM dan TDL


Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR Jazuli Juwaini.
JAKARTA -- Pemerintah mengeluarkan kebijakan kenaikan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang mulai berlaku hari ini, Kamis (5/1). Semua jenis BBM mengalami kenaikan Rp 300 per liter di semua daerah. Sementara kenaikan TDL telah berlaku lebih dulu, mulai Ahad (1/1). 

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini mengatakan, PKS keberatan dengan kenaikan tarif tersebut. Sikap PKS tersebut konsisten dengan pandangan fraksi saat pembahasan RAPBN 2017. "Fraksi PKS menilai dari berbagai indikator ekonomi dan kesejahteraan, rakyat masih sulit secara ekonomi, angka pengangguran masih tinggi, sementara daya beli masyarakat masih rendah," katanya, Kamis (5/1).

Dengan realitas tersebut, tidak bijak jika pemerintah menambah beban ekonomi rakyat dengan menaikkan harga BBM dan TDL. Karena itu, Fraksi PKS meminta kepada presiden untuk membatalkan atau menunda kenaikan harga BBM dan TDL karena hal ini akan menambah kesulitan dan penderitaan rakyat, khususnya rakyat kecil.

Anggota Komisi I itu menyarankan agar pemerintah fokus terlebih dahulu pada upaya peningkatan fundamental kesejahteraan rakyat sebelum mengambil kebijakan penaikan harga. Menurutnya, pemerintah harus aktif menciptakan lapangan kerja dulu agar pengangguran bisa dikurangi drastis dan daya beli masyarakat meningkat signifikan.

Setelah semua itu dilakukan, rakyat tidak akan terlalu terpukul dan terbebani jika menaikan BBM dan TDL. “Kalau diterapkan dalam kondisi ekonomi rakyat yang sulit saat ini, jelas ini akan menjadi "kado pahit" tahun baru 2017,” ucap Jazuli.

Terkait TDL, terdapat penambahan satu golongan tarif baru, yaitu rumah tangga mampu dengan daya 900 VA. Golongan tarif ini dahulu merupakan golongan tarif R-1/900 VA. Akibatnya, sebanyak 18,9 juta pelanggan listrik 900 VA yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) akan mengalami ‎pencabutan subsidi secara bertahap mulai 1 Januari 2017.

Sumber : republika.co.id

Pemerintah Harus Cermat Naikkan Tarif Listrik

thumbnailKetua Komisi VII (Kapoksi VII) Fraksi PKS DPR RI, Rofi Munawar
Jakarta (4/1) – Ketua Komisi VII (Kapoksi VII) Fraksi PKS DPR RI, Rofi Munawar, meminta pemerintah agar cermat dalam menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL).
Sebab, menurut Rofi, sebelum menaikkan TDL, pemerintah perlu melakukan pendataan ulang terhadap golongan Rumah Tangga Mampu yang menerima subsidi listrik dengan daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM), dengan jumlah 18,9 juta‎. Oleh karena itu, perlu pendataan yang baik dan transparan agar penerapan kenaikan tersebut sesuai sasaran dan tidak menambah beban konsumsi masyarakat.
“Kenaikan tarif dasar listrik untuk golongan berkategori mampu 900 VA harus didukung data yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan, karena secara teknis membutuhkan pemilahan yang cermat antar golongan yang mampu dan tidak mampu. Ada baiknya Pemerintah merumuskan dan memvalidasi kembali data yang ada” ucap Rofi di Jakarta, Kamis (5/1).
Rofi menambahkan, Pemerintah harus secara serius mendata ulang pelanggan yang benar-benar kurang mampu berdasarkan data Basis Data Terpadu (BDT) yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa rumah tangga penerima subsidi adalah yang benar-benar berhak. Disarankan, untuk melakukan penugasan tersebut PLN melakukan koordinasi yang solid dengan unit-unit PLN di seluruh Indonesia dan jajaran pemerintah dari tingkat pusat sampai tingkat daerah.
“Proses pencocokkan data dimulai dengan pemilahan data rumah tangga kurang mampu per Provinsi, per Kabupaten, per Kecamatan, per Kelurahan/Desa, sesuai unit Wilayah/Distribusi PLN hingga ke Rayon. Pendataan hanya akan dilakukan oleh pegawai PLN yang membawa surat tugas dari PLN Pusat,” tegas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur ini.
Di sisi lain, dengan adanya kenaikan TDL ini akan menambah komponen pengeluaran masyarakat dan dalam tahap tertentu sangat mungkin menambah jumlah masyarakat miskin. Oleh karena pengeluaran listrik masuk dalam komponen pengeluaran tetap (fixed expenses). Sehingga, seminimal apapun kenaikan tarif listrik akan berpengaruh kepada total konsumsi bulanan atau harian masyarakat.
“Pemerintah tidak boleh abai dalam mempertimbangkan hal tersebut, meski dalam perhitungan kenaikan kenaikan ini BPS menyatakan tidak akan berdampak besar terhadap inflasi,” pungkas Rofi.
Sebagai informasi, Hingga Desember 2016 pelangan 900 VA yang berjumah 23 juta seluruhnya masih disubsidi. Padahal, pemerintah mengidentifikasi masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi miskin dan rentan miskin golongan 900 VA hanya sebanyak 4,1 juta. Ada sekitar 18,9 juta pelanggan 900 VA yang tidak masuk dalam kategori tersebut atau mampu.
“Hal itu berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan pendataan yang dilakukan PLN,” tutup Rofi.
Sumber : pks.id

Wujud Cinta Rasul, Surabaya Adakan Acara Maulid

thumbnailAcara maulid yang diadakan DPD PKS Kota Surabaya
Surabaya (5/1) - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya menggelar maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPD PKS Kota Surabaya, Selasa (03/01/2017). PKS mengundang ratusan kader, relawan, dan masyarakat sekitar untuk turut serta dalam peringatan tahunan ini.
Ketua Umum DPD PKS Kota Surabaya Akhmad Suyanto menyampaikan bahwa bulan Rabiul Awal merupakan bulan ekspresi cinta kaum muslimin pada Rasulullah SAW.
Ia berpesan kepada kader bahwa PKS sebagai partai berbasis Islam hendaknya memaknai bulan Maulid ini bukan sekadar bulan lahirnya seorang manusia terbaik sepanjang masa, tetapi lebih dari pada itu.
“Sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW, di bulan Maulid ini hendaknya diisi dengan semangat meneladani setiap perikehidupan Beliau untuk diterapkan dalam segala aspek kehidupan kita sehari-hari. Untuk itu cakrawala sejarah kehidupan Beliau, perlu kita pelajari sebagai pustaka dalam menjalani kehidupan baik pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, dan berbangsa serta bernegara,” tutur Cak Yanto, begitu panggilan akrabnya.
Ketua Umum DPW PKS Jawa Timur, Arif Hari Setyawan yang turut memeriahkan acara Maulid juga mengungkapkan bahwa bulan Maulid merupakan momen dalam menguatkan semangat persatuan umat Islam.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua PCNU Surabaya, KH. Dr.A. Muhibbin Zuhri, M.Ag yang sekaligus sebagai narasumber saat sesi tausiyah. Senada dengan Ketua Umum DPD PKS Kota Surabaya, ia menuturkan, “Di bulan Maulid ini kita kuatkan kembali komitmen kita sebagai muslim untuk menjadikan Baginda Rasulullah SAW sebagai suri tauladan kehidupan.” katanya. 
sumber : pks.id

DPR: Kenaikan Tarif Pengurusan STNK Memberatkan Masyarakat

thumbnailKader PKS sedang membantu pengendera motor ketika mudik lalu (ilustrasi)
Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil menilai terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Polri adalah langkah positif dan lebih transparan. Namun, isi aturan yang menyebut adanya kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB dinilai memberatkan masyarakat.
“Saya melihat PP yang baru lebih transparan dari pada PP sebelumnya, meskipun di satu sisi dinilai memberatkan masyarakat,” kata Muhammad Nasir Djamil seperti ditulis Antara, Rabu (4/1).
Nasir berharap, dengan terbitnya PP No 60 Tahun 2016 sebagai pengganti PP Nomor 50 tahun 2010 ini, pemerintah dapat melakukan berbagai upaya agar kenaikan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tersebut tidak berdampak secara ekonomis bagi masyarakat.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, ada sebagian orang berpandangan PP No 60 Tahun 2016 diterbitkan secara sepihak tanpa lebih dulu dibicarakan kepada DPR RI. “PP merupakan domain pemerintah, sehingga dibahas bersama DPR RI,” katanya.
Nasir Djamil menegaskan, kalau ada masyarakat yang menilai bahwa penerbitan PP itu melanggar hukum, HAM, atau hak-hak publik lainnya, maka masyarakat bisa melakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.
Sebelumnya, Pemerintah Jokowi-JK menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) pada 6 Desember 2016. Peraturan ini sekaligus menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang hal sama, dan berlaku efektif mulai 6 Januari 2017.
Melihat lebih jauh aturan ini, pemerintah Jokowi-JK menaikkan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor, baik untuk roda 2 maupun roda 4. Bahkan, kenaikan ada yang mencapai tiga kali lipat.
Beberapa tarif yang dinaikkan seperti pengesahan STNK kendaraan bermotor, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara.
Tarif atau biaya pengesahan STNK kendaraan bermotor di aturan lama yaitu hanya Rp 50.000 untuk roda 2, roda 3 dan angkutan umum. Dalam aturan baru, biaya ini naik menjadi Rp 100.000 per penerbitan. Kemudian biaya pengesahan STNK untuk kendaraan roda 4 atau lebih di aturan lama hanya Rp 75.000, kini naik menjadi Rp 200.000 per penerbitan.
Selain itu, biaya penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) juga naik signifikan. Dalam aturan lama, biaya penerbitan BPKB untuk kendaraan roda 2 dan roda 3 hanya Rp 80.000. Kini, biaya penerbitan ini naik menjadi Rp 225.000 per penerbitan. Sementara itu, biaya penerbitan BPKB kendaraan roda 4 atau lebih dalam aturan lama hanya Rp 100.000 dan kini naik menjadi Rp 375.000 per penerbitan.
Tarif penerbitan surat mutasi kendaraan ke luar daerah juga mengalami kenaikan. Dalam aturan lama ini, biaya mutasi hanya Rp 75.000 per kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4. Kini, tarif surat mutasi untuk roda 2 naik menjadi Rp 150.0000 dan untuk kendaraan roda 4 naik menjadi Rp 250.000.
Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) juga naik di 2017 ini. Dalam aturan lama, biaya penerbitan TNKB untuk kendaraan roda 2 dan roda 3 hanya Rp 30.000. Kini, tarif ini naik jadi Rp 60.000. Sedangkan biaya penerbitan TNKB kendaraan roda 4 sebelumnya Rp 50.000 naik menjadi Rp 100.000.
Sumber: merdeka.com
Foto : pks.id