By: Nandang Burhanudin
*****
Bapak JK menasihati, "Bangsa ini 240 juta. Janganlah Presiden itu
dipilih dengan pikiran uji coba, karena umur. Harus dipilih karena
kemampuan yang diperoleh dari pengetahuan dan pengalaman. Kalau menteri
iya. Sebab kalau menteri tidak cocok, hari ini bisa ganti. Kalau
Presiden tidak cocok, maka 5 tahun kita menderita."
Ya. Nasihat Pak JK sangat bijaksana. Mencerminkan pengalaman dan kapasitas beliau sebagai negarawan.
Teori pengalaman, kematangan usia, dan kemampuan adalah teori yang sejak
lama ada dalam khazanah "Kelembagaan Politik Islam", sejak zaman
Rasulullah saw hingga para salafusshalih. "Jika suatu urusan tidak
didelegasikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran."
Bahkan dalam Kitab Al-Ahkam As-Sulthaniyyah, secara rinci dijelaskan
syarat-syarat wajib yang harus dipenuhi seorang pemimpin, terutama
pemimpin sebuah negara. Pun dalam teori-teori Politik Islam kontemporer,
digariskan azas-azas yang tidak boleh dilanggar. Ya, salah satunya azas
al-'adalah (kepatutan, kepantasan, dan keahlian).
Kini dua negara Islam terbesar, Indonesia dan Mesir dihadapkan pada dua
fakta; di Mesir akan dipimpin pemimpin yang tidak memiliki kapasistas
minimal. Selain ia adalah agen dari kepentingan Zionis dan AS tentunya.
Sedangkan di Indonesia, peluang dipimpin kepala negara-pemerintahan yang
tidak terlalu beresiko, masih terbuka lebar. Kita ada pilihan
demokratis, bebas-rahasia-jujur dan adil menentukan siapa yang punya
pengalaman, kematangan usia, hingga kapasitas kepemimpinan.
Kembali ke nasihat Pak Jusuf Kalla, "Jika Jokowi jadi Presiden, bisa
hancur negeri ini (Indonesia)." Maka pilihan kita hanya Prabowo-Hatta.
Memang tidak ada garansi Prabowo-Hatta lebih baik. Tapi setidaknya, saat
kita bersepakat dan siap menjadi penyeimbang kekuatan, maka insyaAllah
Indonesia maju bukan hanya isu. Kenapa? Era Prabowo-Hatta diyakini bukan
era sentimen terhadap Islam politik dan kaum Islamis. Sedangkan jika
Jokowi, kita sudah paham siapa Hendropriono. Orang yang paling gemar
menelikung barisan umat yang berjuang nyata merebut pemerintahan! Jadi
jangan pilih presiden boneka, apalagi sekedar coba-coba!
Wallahu A'lam
*pkspiyungan