SELAMAT HARI PAHLAWAN, #SEMOGA TERCATAT SEBAGAI SYUHADA'

Wednesday, 21 May 2014

Mahfud MD Siap Menangkan Prabowo-Hatta


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berpeluang memenangkan pemilihan presiden. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Mahfud dalam wawancara dengan tvOne, Selasa 20 Mei 2014.

"Kekuatan pemetaan mereka telah teridentifikasi, bisa disinergikan dengan modal-modal yang saya miliki," ujarnya.

Mahfud mengatakan strategi yang diterapkan Prabowo-Hatta maupun Partai Gerakan Indonesia Raya sudah seperti menghadapi perang. Namun menurutnya kesiapan tersebut justru sangat baik. Mahfud juga menyinggung soal transaksi politik yang terjadi meski salah satu calon menyatakan koalisi dilakukan tanpa syarat.

"Yang melakukan transaksi memang bukan calonnya tapi orang-orang di sekitarnya, itu terjadi di kedua poros dan itu juga biasa dalam politik," ungkapnya.

Ketika ditanya soal pencalonannya sebagai calon wakil presiden dari salah satu poros, Mahfud mengatakan soal cawapres sudah selesai. "Yang kita bicarakan ke depan," ujarnya.

Mahfud juga enggan berandai-andai ketika ditanya apakah dirinya siap bergabung di dalam kabinet apabila ditawarkan untuk bergabung menjadi salah satu menteri. "Karena belum ditawarkan saya tidak akan menjawab, nanti kalau sudah ditawarkan saya akan menjawab," katanya.

Mengenai dukungan dari para kiai terhadap Prabowo-Hatta, Mahfud mengatakan sebagai santri dia tidak boleh mendahului kiai. Mahfud hanya mengutarakan dia telah mendatangi para kiai satu per satu. Menurut Mahfud memang ada titipan dari para kiai yang harus disampaikan ke Prabowo. Hanya Mahfud tidak menjelaskan apakah titipan tersebut. 

"Namanya titipan tidak boleh dibuka," ujarnya. (vivanews)

Mahfud MD telah didaulat sebagai Ketua Tim Sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. 

Menurut Prabowo, Mahfud telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan koalisi yang dihimpunnya.

"Saya sudah jumpa beliau (Mahfud MD), beliau sudah jumpa Pak Hatta, dan beliau sudah minta izin kiai-kiai besar, dan alhamdulillah beliau bersedia," kata Prabowo dalam jumpa pers, usai mendaftar secara resmi sebagai capres dan cawapres bersama Hatta Rajasa di Kantor KPU, Selasa (20/05) siang.

Ditanya tentang alasan penunjukan Mahfud, Prabowo mengatakan: "Beliau berpengalaman, beliau punya jaringan yang sangat luas."

*pkspiyungan

Kiai NU Dukung Mahfud ke Prabowo-Hatta


Sejumlah kiai di Jawa mengaku kecewa dengan sikap politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), khususnya kepada Muhaimin Iskandar, yang tidak sepenuh hati memperjuangkan Mahfud MD menjadi cawapres pendamping Joko Widodo.‬ Karena itu mereka mendukung langkah mantan Ketua MK itu menjadi ketua tim nasional pemenangan Prabowo-Hatta.

"Saya kira sudah selayaknya Pak Mahfud kesana kalau melihat sikap PKB selama proses koalisi kemarin sangat mengecewakan," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Krapyak Wedomartani Yogyakarta, Kiai Agus Masruri melalui sambungan telepon sesaat lalu (Selasa, 20/5).

Ia meyakini, para kiai lain di Yogya memiliki pemikiran yang sama dengan mendukung langkah Mahfud MD untuk menerima tawaran pasangan Prabowo-Hatta yang diusung oleh enam partai politik.

"Saya yakin pandangan kiai yang lain disini sama," pungkasnya.

Dukungan serupa sebelumnya disampaikan Pengasuh Pesantren As-Saidiyah Jamsaren KH Anwar Iskandar. Dia mengatakan posisi suara PKB yang berada di atas partai Nasdem dan Hanura dalam koalisi poros Jokowi, semestinya memberikan nilai tawar yang lebih tinggi dengan memaksimalkan posisi cawapres dari kader PKB.

"Suara PKB itu kan nomor dua (dalam koalisi), tapi malah mlempen kayak begitu. Mestinya bisa memperjuangkan Mahfud MD menjadi cawapres," ungkap Kiai Anwar.

Kiai Anwar heran dengan keputusan PKB yang menyutujui mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk dipasangkan dengan Jokowi dalam Pilpres mendatang.‬

"Wong ada kader sendiri seperti Pak Mahfud yang sudah jelas rekam jejaknya bagus, bersih, kompeten, kok malah lebih memilih kader partai lain. Orang sekaliber Pak Mahfud, punya rekam jejak dan prestasi baik, tapi PKB tak bisa diharapkan ya mau gmana lagi," sesalnya.‬[dem]

*sumber: rmol/pkspiyungan

(Foto: Mahfud MD saat bertemu dengan salah satu ulama besar NU, KH Maimun Zubair) 

Kasus Korupsi TransJ, Ada Jenderal Tekan Jaksa Agung untuk Selamatkan Jokowi?


Ada informasi baru terkait kasus pengadaan bus Transjakarta rusak (berkarat) yang ditangani Kejaksaan Agung.

Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arif Poyuono, yang mengungkapkannya. Kepada Rakyat Merdeka Online, Arif menjelaskan bahwa mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI, Udar Pristono, meminta perlindungan dan bantuan hukum kepada pihaknya dalam menjalani persidangan bus Transjakarta nanti.

"Iya benar, Pak Udar meminta kami membantu Beliau mengungkap kasus ini. Karena dalam kasus ini seolah-olah Pak Udar dijadikan sebagai satu-satunya tersangka. Padahal, tidak demikian," ujar Arif saat dihubungi, Selasa (20/5).

Dari keterangan Arif diperoleh bahwa dokumen penting tentang tanda bukti transfer uang sudah diamankan oleh pengurus Federasinya. Bahkan, dikumpulkan bukti pengakuan Udar melalui keluarganya yang menyebutkan bahwa Udar ditekan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk meloloskan PT Saptaguna Dayaprima sebagai pemenang tender dan me-mark up pengadaan busway dari 140 ribu dolar AS/unit menjadi 345.608 dolar AS/unit.

Data menarik lainnya yang diungkapkan Arif adalah Kejagung sengaja memasukkan Direktur Penyelidikan kasus ini, yang bernama Syahrudin, menjalani pendidikan ke Lemhanas selama tiga bulan.

"Artinya, kalau disekolahkan maka penyelidikan kasus Transjakarta akan tertunda selama tiga bulan. Bisa-bisa usai pilpres baru dilanjutkan lagi," terangnya

Yang lebih mengejutkan lagi adalah Arif menyebut Jokowi memerintahkan seorang jenderal menekan pihak Kejaksaan agar kasus ini tidak menyentuh Jokowi.

"Tekanan diberikan ke Jaksa Agung oleh seorang jenderal berinisial AMHP untuk tidak memeriksa Jokowi," ungkap Arif.

Arif mengimbau kasus ini terus diselidiki. Karena dari perhitungan yang dilakukan timnya, diketahui negara mengalami kerugian mencapai Rp 500 miliar lebih dari tender senilai Rp 1,2 triliun itu. [ald/rmol]

*sumber: hukum.rmol.co/read/2014/05/20/156022/1/Ada-Jenderal-Tekan-Jaksa-Agung-untuk-Selamatkan-Jokowi

Mengharukan.. Beginilah Seharusnya Kita Dampingi Anak

Bandung. Malam tadi (20/5), serentak orangtua se-Jawa Barat mendampingi anaknya. Dua puluh menit untuk merekat kembali yang -mungkin- biasanya terserak. Ya! Para orangtua dan anak saling berdekapan, bercerita tentang banyak hal.
Ada yang berbeda di Jawa Barat. Meski alam media sedang dibuai oleh hingar bingar berita capres, tapi tidak menyurutkan gerakan 20 menit #DampingiAnak yang digagas oleh Netty Heryawan. Kemarin, tepat di hari Kebangkitan Nasional, masyarakat Jawa Barat disuguhkan momen yang luar biasa. Pertama, tentu sama dengan rakyat Indonesia umumnya, kita sedang menyambut kebangkitan nasional melalui pendaftaran capres. Disini, kita berdo'a agar capres terdaftar dapat membangkitkan negeri kita. Kedua, kebangkitan itu dimulai dari perubahan institusi terkecil yang ada di dekat kita, yaitu keluarga. Prinsipnya, negara yang bangkit berawal dari keluarga yang bangkit. Begitu Netty sering bertutur.
Terkesan sederhana, memang. Tapi mari kita tengok timeline akun twitter @netty_heryawan yang hingga hari ini masih terus dibanjiri foto dampingi anak yang dikirim keluarga se-Jawa Barat. Benar-benar mengharukan. Setiap foto yang berisi ruh kasih sayang antara orangtua dan anak-anaknya.
Usai gerakan di Hari Kebangkitan Nasional ini, rencananya gerakan #DampingiAnak ini akan dilakukan kembali di hari-hari spesial keluarga lainnya : Hari Anak, Hari Keluarga dan Hari Ibu. Ke depan, semoga gerakan ini bisa juga meluas seantero Indonesia.(RD)
*) Berikut beberapa foto #DampingiAnak yang dikirimkan keluarga ke laman twitter @netty_heryawan
*pksbandungkota

Kisah Nyata "Tas Siswi SMA" Ini Membuat Menangis Siapa Saja yang Membacanya

Islamedia.co  - Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan'a' yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..

Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..


Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!
Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..
Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..
Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya !
Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya. Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?!
Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk di periksa..
Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya !
Kini giliran di periksa, dan dari sinilah di mulai kisahnya...
"Buka tasmu wahai putriku.."
Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan..
"Berikan tasmu.."
Ia menoleh dan menjerit, "Tidak...tidak...tidak.."
Perdebatan pun terjadi sangat tajam..
"Berikan tasmu.." ... "Tidak.." ... "Berikan.." ... "Tidak.."
Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya ?!
Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa ?!
Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan !
Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin (bukan siswi yang amburadul), mereka terkejut melihat kejadian tersebut..
Tempat itu pun berubah menjadi hening..
Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut.... ??
Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..
Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan..
Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum !
Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..
Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, "Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?"
Disini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya !
Detik-detik yang menegangkan..
Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut ?
Coba tebak.. ?
Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada !
Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..
Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut !
Setelah mengorek informasi dari siswi tersebut seputar roti itu..
Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, "Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku sarapan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..
Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..
Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan.."
Saat itu juga semua yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di hadapan siswi yang mulia tersebut..
Maka tirai pun di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya..
Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka..
Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik..
Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat..
(Sumber Majalah Islam Internasional Qiblati)
Kutip dari Grup WA An-Nashihah
 
*islamedia

Wow.. Followers Prabowo di Facebook Tembus 5 Juta


 Headline

Jakarta - Popularitas Prabowo Subianto di dunia maya semakin meningkat. Calon presiden Partai Gerindra itu saat ini menjadi lima orang yang mempunyai followers terbanyak di dunia.

Data terakhir jumlah anggota Facebook Prabowo mencapai 5 juta orang lebih. Ia pun menjadi satu-satunya tokoh di Indonesia yang mempunyai followers terbanyak di dunia. Koordinator Prabowo Media Center, Budi Purnomo Karjodihardjo menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan kepada Prabowo.

"Kami menyampaikan terima kasih pada para fesbuker yang sudah mendukung dan menyemangati calon presiden kita Prabowo Subianto," kata Budi di Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Menurut dia, memang sangat serius dalam memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan substansi, menyapa pendukung dan mengorganisir dukungan kepada Prabowo Subianto.

"Kami berusaha untuk menghindari pola komunikasi yang minim substansi dan komunikasi yang satu arah," jelasnya.

Meski serius memanfaatkan media sosial, namun Budi melarang keras timnya untuk 'bergentayangan' di kolom komentar di berbagai portal berita dengan memberikan black comment atau komentar-komentar sampah yang destruktif.

"Toh, pada akhirnya, mayoritas rakyat tidak akan membaca kolom-kolom komentar yang ada di portal berita online. Sebagian besar hanya membaca judul dan isi berita kok," ujarnya.

Sebelumnya, pada bulan Januari 2014 lalu, hasil pemantauan socialbakers.com menempatkan Prabowo Subianto sebagai tokoh politik dunia peringkat kelima dengan jumlah pendukung terbesar di dunia. Berikut 10 orang di dunia yang mempunyai pendukung terbanyak:

Barack Obama (Presiden Amerika Serikat), Mitt Romney (Mantan Calon Presiden Amerika Serikat), ketiga, Narendra Modi (Calon Perdana Menteri India), keempat, Paul Ryan (Mantan Calon Wakil Presiden Amerika Serikat), kelima, Prabowo Subianto (Calon Presiden Indonesia).

Sedangkan, di peringkat ke enam adalah Enrique Pea Nieto (Presiden Meksiko), ketujuh, Arvind Kejriwal (Calon Perdana Menteri India), kedelapan, Noynoy Aquino (Presiden Filipina), kesembilan, Nelson Mandela (Mantan Presiden Afrika Selatan), dan kesepuluh, Recep Tayyip Erdogan.[ris/inilah.com]

Inilah Susunan Tim Pemenangan Prabowo-Hatta

Headline

Jakarta - Tim Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai capres-cawapres telah dibentuk. Siapa saja yang masuk di Tim Pemenangan ini?

Dari dokumen yang diperoleh INILAHCOM, tercatat bahwa beberapa nama masuk di dalamnya. Berikut susunannya:

- Ketua Umum Tim Pemenangan: H.M.Mahfud MD
- Wakil Ketua Umum Tim Pemenangan: Jenderal TNI (Purn) George Toisutta
- Ketua Pelaksana Harian Tim Pemenangan: Zulkifli Hasan
- Sekretaris Umum Tim Pemenangan: Fadli Zon, M.Sc
- Bendahara Umum Tim Pemenangan: T.A.Muliatna Djiwandono.

Selain itu, ketua umum atau sebutan apapun, dari semua partai pengusung (Gerindra, PAN, PKS, PPP, Golkar, PBB), otomatis menjadi Dewan Penasehat Tim Pemenangan. Lalu, sekjen setiap partai pengusung, secara otomatis menjadi Wakil Ketua Umum Tim Pemenangan.

Susunan ini akan ada tambahan lagi. Disebutkan, akan ada tambahan personil lainnya, dan akan dilaporkan ke KPU. Surat Ketetapan ini ditanda tangani oleh Prabowo dan Hatta pada 20 Mei 2014. [gus/inilah.com]

Ini Kelebihan Prabowo-Hatta Dibanding Jokowi-JK


Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dianggap lebih cerdas dibanding dengan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pernyataan tersebut dikemukakan peneliti Lingkaran Survei Indonesia Adjie Alfarabi ketika dihubungi VIVAnews, Selasa 20 Mei 2014.

"Prabowo juga dinilai publik lebih tegas dari Jokowi," katanya.

Menurut Adjie selain lebih cerdas dan tegas, Prabowo-Hatta juga dinilai publik lebih memiliki pengalaman di pemerintahan. Adjie mengatakan minimnya pengalaman Prabowo di pemerintahan dapat ditutupi oleh Hatta yang memiliki pengalaman sebagai menteri selama lebih dari 10 tahun.

Terakhir, Hatta menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sebelum mengundurkan diri. Sebelum menjadi Menko, Hatta sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan Menteri Sekretaris Negara. Pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Hatta juga pernah menjadi Menteri Riset dan Teknologi.

"Hatta dengan pengalamannya di birokrasi sebagai menteri akan mampu menutupi kekurangan Prabowo," ujarnya.

Namun seperti pasangan Jokowi-JK, pasangan Prabowo-Hatta juga harus gencar melakukan sosialisasi ke publik. Menurut Adjie paket kedua pasangan capres-cawapres belum dikenal oleh publik. Elektabilitas cawapres menurut Adjie juga belum mampu mendongkrak elektabilitas capres.

Pasangan Jokowi JK diusung oleh empat partai politik yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Hati Nurani Rakyat. Koalisi keempat partai melampaui syarat pengajuan pasangan capres-cawapres sebesar 25 persen suara nasional yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum.

Perolehan suara PDIP pada pemilu legislatif lalu sebesar 23.681.471 (18,95 persen), Partai Nasdem sebesar 8.402.812 (6,72 persen), PKB sebesar 11.298.957 (9,04 persen) dan Hanura sebesar 6.579.498 (5,26 persen).

Pasangan Prabowo-Hatta didukung oleh enam partai politik dan juga melampui syarat yang diajukan KPU. Pada pemilu legislatif lalu Partai Gerindra berhasil meraih 14.760.371 (11,81 persen). PAN meraih 9.481.621 (7,59 persen), PKS meraih 8.480.204 (6,79 persen), PPP memperoleh 8.157.488 (6,53 persen).

Sementara PBB meraih 1.825.750 (1,46 persen) dan dinyatakan tidak berhasil melampaui ambang batas pemilu atau electoralthreshold. Partai Golkar berhasil meraih posisi kedua ada pemilu lalu di bawah PDIP. Partai Golkar berhasil meraih 18.432.312 (14,75 persen).

*sumber: vivanews/pkspiyungan

Tuesday, 20 May 2014

Bagaimana Rosululloh Mendidik Anak 4-10 Tahun


imageMenasihati dan Mengajari Saat Berjalan Bersama
Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas ketika diajak jalan bersama Rasulullah di atas kendaraan beliau. Dalam perjalanan ini, beliau mengajarkan kepadanya beberapa pelajaran sesuai jenjang usia dan kemampuan daya pikirannya melalui dialog ringkas, langsung dan mudah. Rasulullah bersabda, “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia persatu padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka telah ditakdirkan oleh Allah untukmu. Dan seandainya mereka bersatu padu untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat membahayakanmu, kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah bagimu, pena telah diangkat dan lembaran catatan telah mengering.”
Menarik Perhatian Anak dengan Ucapan yang Lembut
Adakalanya Rasulullah memanggil anak dengan panggilan yang paling sesuai dengan jenjang usianya, seperti ungkapan, “Anak muda, sesungguhnya aku akan memberimu beberapa pelajaran.” Dan seterusnya. Adakalanya beliau memanggil dengan sebutan, “Anakku” seperti beliau lakukan kepada Anas saat turun ayat hijab, “Hai anakku, mundurlah kamu ke belakang.”Rasulullah menyebut anak-anak Ja’far, putra pamannya, “Panggilkanlah anak-anak saudaraku.” Beliau pun menanyakan kepada ibunya, “Mengapa aku lihat tubuh keponakanku kurus-kurus seperti anak-anak yang sakit?”[2]
Seseorang lebih terkesan bila dipanggil dengan julukan, gelar, dan predikat yang baik dari pada nama aslinya. Tak terkecuali anak-anak. Ironisnya, yang sering kali kita dapati anak-anak yang dipanggil dengan julukan tidak enak didengar, seperti: gundul, gembrot, kribo, dan sebagainya.
Menghargai Mainan Anak dan Jangan Melarangnya Bermain
Apa yang akan Anda katakan ketika mengetahui bahwa Hasan bin Ali mempunyai anak anjing untuk mainannya, Abu Umair bin Abu Thalhah mempunyai burung pipit untuk mainannya, dan Aisyah mempunyai boneka perempuan untuk mainannya. Setelah dinikahi Rasulullah, Aisyah membawa serta boneka mainannya ke rumah beliau, bahkan Rasulullah mengajak semua teman-teman Aisyah ke dalam rumah untuk bermain bersama Aisyah. Realitas seperti ini menunjukkan pengakuan dari Rasulullah terhadap kebutuhan anak kecil terhadap mainan, hiburan dan pemenuhan kecenderungan (bakat).Al Ghazali mengatakan, “Usai keluar dari sekolah, sang anak hendaknya diizinkan untuk bermain dengan mainan yang disuainya untuk merehatkan diri dari kelelahan belajar di sekolah. Sebab, melarang anak bermain dan hanya disuruh belajar terus, akan menjenuhkan pikirannya, memadamkan kecerdasannya, dan membuat masa kecilnya kurang bahagia. Anak yang tidak boleh bermain pada akhirnya akan berontak dari tekanan itu dengan berbagai macam cara.”[3] Al Ghazali juga menambahkan, “Hendaknya sang anak dibiasakan berjalan kaki, bergerak, dan berolah raga pada sebagian waktu siang agar tidak menjadi anak yang pemalas.”
Tidak Membubarkan Anak yang Sedang Bermain
Anas berkata, “Pada suatu hari aku melayani Rasulullah. Setelah tugasku selesai, aku berkata dalam hati, ‘Rasulullah pasti sedang istirahat siang.’ Akhirnya, aku keluar ke tempat anak-anak bermain. Aku menyaksikan mereka sedang bermain. Tidak lama kemudian, Rasulullah datang seraya mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain. Beliau lalu memanggil dan menyuruhku untuk suatu keperluan. Aku pun segera pergi untuk menunaikannya, sedangkan beliau duduk di bawah sebuah pohon hingga aku kembali….”[4]
Selain penting bagi pertumbuhan mental dan fisik anak, permainan mereka perlukan sebagaimana orang dewasa memerlukan pekerjaan. Pikirkanlah dahulu untuk membubarkan mereka saat bermain. Kalau untuk memperingatkan karena waktu yang tidak tepat atau membahayakan diri dan orang lain, lakukan dengan penuh bijaksana.
Tidak Memisahkan Anak dari Keluarganya
Abu Abdurrahman Al Hubuli meriwayatkan bahwa dalam suatu peperangan Abu Ayyub berada dalam suatu pasukan, kemudian anak-anak dipisahkan dari ibu-ibu mereka, sehingga anak-anak itu menangis. Abu Ayyub pun segera bertindak dan mengembalikan anak-anak itu kepada ibunya masing-masing. Ia lalu mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.”[5]Rasulullah juga melarang seseorang duduk di tengah-tengah antara seorang ayah dan anaknya dalam suatu majelis. Beliau bersabda, “Janganlah seseorang duduk di antara seorang ayah dan anaknya dalam sebuah majelis.”[6]
Jangan Mencela Anak
Anas mengatakan, “Aku melayani Rasulullah selama 10 tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengatakan, ‘Ah,’ tidak pernah menanyakan, ‘Mengapa engkau lakukan itu?’ dan tidak pula mengatakan, ‘Mengapa engkau tidak melakukan itu?’.”[7]Anas juga mengatakan, “Beliau tidak pernah sekali pun memerintahkan sesuatu kepadaku, kemudian akan manangguhkan pelaksanaannya, lalu beliau mencelaku. Jika ada salah seorang dari ahli baitnya mencelaku, beliau justru membelaku, ‘Biarkanlah dia, seandainya hal itu ditakdirkan terjadi, pastilah terjadi.”Al Ghazali memberi nasihat, “Janganlah banyak mengarahkan anak dengan celaan karena yang bersangkutan akan menjadi terbiasa dengan celaan. Dengan celaan anak akan bertambah berani melakukan keburukan dan nasihat pun tidak dapat mempengaruhi hatinya lagi. Hendaklah seorang pendidik selalu menjaga wibawa dalam berbicara dengan anak. Untuk itu, janganlah ia sering mencela, kecuali sesekali saja bila diperlukan. Hendaknya sang ibu mempertakuti anaknya dengan ayahnya serta membantu sang ayah mencegah anak dari melakukan keburukan.”[8]
Mengajarkan Akhlak Mulia
Anas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai anakku, jika engkau mampu membersihkan hatimua dari kecurangan terhadap seseorang, baik pagi hari maupun petang hari, maka lakukanlah. Yang demikian itu termasuk tuntunanku. Barang siapa yang menghidupkan tuntunanku, berarti ia mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku niscaya akan bersamaku di dalam surga.”[9]
Al Ghazali mengatakan, “Anak harus dibiasakan agar tidak meludah atau mengeluarkan ingus di majelisnya, menguap di hadapan orang lain, membelakangi orang lain, bertumpang kaki, bertopang dagu, dan menyandarkan kepala ke lengan, karena beberapa sikap ini menunjukkan pelakunya sebagai orang pemalas. Anak harus diajari cara duduk yang baik dan tidak boleh banyak bicara. Perlu dijelaskan pula bahwa banyak bicara termasuk perbuatan tercela dan tidak pantas dilakukan. Laranglah anak membuat isyarat dengan kepala, baik membenarkan maupun mendustakan, agar tidak terbiasa melakukannya sejak kecil.”[10]
Mendoakan Kebaikan, Menghindari Doa Keburukan
Jabir bin Abdullah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan untuk anak-anak kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan untuk pelayan kalian, dan jangan pula kalian mendoakan keburukan untuk harta benda kalian, agar jangan sampai kalian menjumpai suatu saat yang di dalamnya Allah memberi semua permintaanmu, kemudian mengabulkan doa kalian.”[11]
Orang tua harus dapat mengontrol penuh lisannya, agar tidak keluar ancaman atau ucapan yang bisa menjadi doa keburukan bagi sang anak. Doa itu tak harus sesuatu yang khusus diucapkan saat bersimpuh di hadapan Allah. Ucapan seketika, seperti, “Dasar anak bandel,” pun bisa bermakna doa. Dan doa orang tua kepada anak itu bakal manjur.[12]
Meminta Izin Berkenaan dengan Hak Anak
Sahl bin Sa’ad meriwayatkan bahwa disajikan kepada Rasulullah segelas minuman, lalu beliau meminumnya, sedang disebelah kanan beliau terdapat seorang anak dan disebelah kirinya terdapat orang tua. Sesudah minum, beliau bertanya kepada si anak, “Apakah engkau setuju bila aku memberi minum mereka terlebih dahulu?” Ia menjawab, “Tidak, demi Allah, aku tidak akan memberikan bagianku darimu.” Rasulullah pun menyerahkan wadah itu ke tangannya.[13]
Mengajari Anak Menyimpan Rahasia
Abdulllah bin Ja’far bercerita, “Pada suatu hari Rasulullah memboncengku di belakangnya. Beliau kemudian membisikkan suatu pembicaraan kepadaku agar tidak terdengar oleh seorang pun.”[14]
Makan Bersama Anak Sembari Memberikan Pengarahan dan Meluruskan Kekeliruan Mereka
Umar bin Abu Salamah bercerita, “Ketika masih kecil, aku berada di pangkuan Rasulullah dan tanganku menjalar ke mana-mana di atas nampan. Rasulullah bersabda kepadaku, ‘Hai bocah, sebutlah nama Allah (berdoa), makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.’ Maka senantiasa seperti itulah cara makanku sesudahnya.”[15]
Abdullah bin Umar tidak pernah melakukan shalat malam, maka Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah bin Umar seandainya dia shalat malam.” Sesudah itu, dia hanya tidur sebentar saja setiap malamnya.[16]
Berlaku Adil Kepada Anak, Tanpa Membedakan Laki-laki atau Perempuan
Nu’man bin Basyir pernah datang kepada Rasulullah lalu berkata, “Sungguh, aku telah memberikan sesuatu kepada anak laki-lakiku yang dari Amarah binti Rawwahah, lalu Amarah menyuruhku untuk menghadap kepadamu agar engkau menyaksikannya, ya Rasulullah.” Rasulullah bertanya, “Apakah engkau juga memberikan hal yang sama kepada anak-anakmu yang lain?” Ia menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah kamu diantara anak-anakmu.”  Nu’man pun mencabut kembali pemberiannya.[17]
Melerai Anak yang Terlibat Perkelahian
Rasulullah pernah memisahkan dua bocah yang terlibat dalam perkelahian. Beliau meluruskan pemikiran mereka dan menyerukan kepada orang-orang dewasa untuk menangkal kezaliman.[18]
Gali Potensi Mereka
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Di antara pepohonan yang tumbuh di daerah pedalaman terdapat sebuah pohon yang dedaunannya tidak pernah gugur, dan itulah perumpamaan seorang muslim. Ceritakanlah kepadaku pohon apakah itu?” Orang-orang menebaknya dengan beragam pepohonan yang tumbuh di daerah pedalaman tersebut. Ibnu Umar berkata, ‘Dalam hatiku terbetik bahwa pohon yang dimaksud adalah pohon kurma, tetapi aku merasa malu untuk mengutarakannya (karena saat itu usiaku masih sangat muda). Selanjutnya, mereka pun menyerah dan berkata, ‘Ceritakanlah kepada kami wahai Rasulullah, pohon apakah itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Itulah pohon kurma’.”[19]
Rangsang dengan Hadiah
Rasulullah pernah membariskan Abdulullah, Ubaidillah dan sejumlah anak-anak pamannya, Al Abbas, dalam suatu barisan, kemudian beliau bersabda, “Siapa yang paling dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan (hadiah) ini.” Mereka pun berlomba lari menuju tempat Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.[20]
Menghibur Anak Yatim dan Menangis Karena Mereka
Rasulullah bersabda, “Aku dan pengasuh anak yatim itu di surga seperti ini.” Beliau menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah dengan meregangkan sedikit saja.[21]
Rasulullah pernah menciumi dan bercucuran air mata ketika melihat anak-anak Ja’far menjadi yatim karena ayahnya gugur dalam medan perang, beliau juga menghibur mereka.[22]
Tidak Merampas Hak Anak Yatim
Rasulullah bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan hak dua orang lemah, yaitu anak yatim dan wanita.”[23] Dengan demikian, seleksilah benar-benar harta kita. Adakah di dalamnya hak anak yatim yang kita rampas? Sebab, ancaman memakan harta mereka begitu jelas dan gamblang.
Melarang Bermain Saat Setan Berkeliaran dan Lindungilah dari penyakit ‘Ain
Rasulullah bersabda, “Apabila malam mulai gelap (malam telah tiba), tahanlah anak-anak kalian, karena setan saat itu sedang bertebaran. Apabila telah berlalu sesaat dari waktu maghrib, lepaskanlah mereka….”[24]Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah melihat anak yang sedang menangis kemudian beliau bersabda, “Mengapa bayi kelian menangis? Mengapa tidak kalian ruqyah dari penyakit ‘ain?”[25]
Mengajari Azan dan Shalat
Abu Mahdzurah bercerita, “Aku bersama 10 orang  remaja berangkat bersama Rasulullah dan rombongan. Pada saat itu, Rasulullah adalah orang paling kami benci. Mereka kemudian menyerukan azan dan kami yang 10 orang remaja ikut pula menyerukan azan dengan maksud mengolok-ngolok mereka. Rasulullah bersabda, ‘Bawa kemari 10 orang remaja itu!’ Beliau memerintahkan, ‘Azanlah kalian!’ Kami pun menyerukan azan.Rasulullah bersabda, ‘Alangkah baiknya suara anak remaja yang baru kudengar suaranya ini. Sekarang pergilah kamu dan jadilah juru azan buat penduduk Mekkah.’ Beliau bersabda demikian seraya mengusap ubun-ubun Abu Mahdzurah, kemudian beliau mengajarinya azan dan bersabda kepadanya, ‘Tentu engkau sudah hafal bukan?’ Abu Mahdzurah tidak mencukur rambutnya karena Rasulullah waktu itu mengusapnya.[26]Mengenai shalat, Rasulullah bersabda, “Ajarilah anak-anak kalian shalat sejak usia 7 tahun dan pukullah ia karena meninggalkannya bila telah berusia 10 tahun.”[27]Anas bin Malik berkata, “Pada suatu hari aku pernah masuk ke tempat Rasulullah dan yang ada hanyalah beliau, aku, ibuku, dan Ummu Haram, bibiku. Tiba-tiba Rasulullah menemui kami lalu bersabda, ‘Maukah bila aku mengimami shalat untuk kalian?’ Kala itu bukan waktu shalat. Maka salah seorang berkata, ‘Bagaimana Anas di posisikan di dekat beliau?’ Beliau menempatkanku di kanan beliau lalu beliau shalat bersama kami…”[28]
Tanpa cangung, Rasulullah mengajak anak shalat berjamaah meski tak ada orang selain anak tersebut, tanpa ragu pula, beliau mengangkat pemuda yang membencinya untuk menjadi tukang azan atau muazin kota Mekkah.
Mengajari Anak Sopan Santun dan Keberanian
Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa Rasulullah pernah meminta izin kepada anak ketika beliau hendak memberi minum kepada tamu yang dewasa terlebih dahulu sebelum dia. Namun anak itu menolak. Saat itu Rasulullah tidak bersikap kasar dan tidak menegurnya.Di antara keberanian yang beretika ialah anak tidak dibiarkan berbuat sesuatu dengan sembunyi-sembunyi. Al Ghazali mengatakan, “Anak hendaknya dicegah dari mengerjakan apa pun dengan cara sembunyi-sembunyi. Sebab, ketika anak menyembunyikannya berarti dia menyakini perbuatan tersebut buruk dan tidak pantas dilakukan.[29]
Menjadikan Anak yang Lebih Muda sebagai Imam Shalat dan Pemimpin dalam Perjalanan
Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Bila kalian sedang berpergian, hendaknya yang menjadi imam adalah yang paling bagus bacaannya di antara kalian, walaupun ia orang yang paling muda. Bila ia telah menjadi imam berarti ia adalah pemimpin.”[30] Dan dikuatkan dengan hadits shahih, Amru bin Salamah berkata, Rasulullah bersabda, “Hendaknya yang menjadi imam kalian adalah yang paling banyak bacaan Al Qur’annya.”[31]
Sumber:Syeih Jamal Abdurrahman dalam bukunya yang berjudul “Athfalul Muslimin Kaifa Robaahumun Nabiyyul Amin Saw” yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Agus Suwandi dengan Judul  “Islamic Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi” Solo: Aqwam, 2010(pkscibitung)

Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan


Nanik S Deyang (Seorang wartawan peliput deklarasi Prabowo Hatta dan Jokowi JK) Senin, 19 mei 2014


"MINUS MORAL"

Kebetulan Allah SWT selalu menempatkan saya di saat-saat terakhir bagaimana seorang akan dinaikkan derajatnya oleh SWT menjadi pemimpin.

Dua tahun lalu, saya sakit perut karena hanya kurang dari 2 x24 jam Jokowi belum dapat restu dari Bu Mega. Bukan hanya Jokowi yg senewen, Prabowo sebagai orang yg ngotot Jokowi jadi Gubernur DKI juga senewen. Untuk keempat kalinya Prabowo menghadap Bu Mega, hingga akhirnya Bu Mega mau merestui Jokowi sebagai Cagub. Kenapa alot karena Bu Mega sudah memberi persetujuan bahawa PDIP mendukung Foke.

Saat bertemu terakhir antara Prabowo dan Bu Mega, Prabowo sudah nekat kalau Bu Mega tdk mengijinkan Jokowi, maka Prabowo akan “meminjam” Jokowi saja (tidak mencabut dari PDIP), dan Prabowo akan mengumpulkan partai kecil agar bisa mendaftarkan Jokowi ke KPU. Namun Bu Mega akhirnya trenyuh pada kegigihan Prabowo yg menghendaki Jokowi jadi pemimpin di Jakarta. Namun Bu Mega bilang PDIP tdk memiliki dana untuk membiayai Jokowi, maka Prabowo pun menyatakan sanggup untuk membiayai. 

Ketika restu datang, persoalan muncul, yakni siapa wakil Jokowi yg tepat? Maka Prabowo yg sudah mengagumi Ahok, lantas membajak Ahok dari Golkar (karena Golkar mendukung Foke waktu itu). Prabowo sangat yakin Ahok orang bersih dan mau bekerja keras.

Saat disodorkan Ahok, Jokowi kurang sreg, bahkan dia lebih memilih Deddy Miswar. Tengah malah sebelum esok hari mendaftar di KPU, Jokowi menilpun saya soal Ahok ini. Waktu itu sy bilang…”Sudah lah terima saja dulu, dari pada milih2 ini-itu besok malah gak jadi daftar. Lagi pula Ahok ini akan bisa mendulang suara di Jakarta yg selama ini golput ,” pokoknya aku yakinkan Jokowi sampai hampir satu jam, bahwa Ahok pilihan terbaik dari nama lainnya.

Hari ini saya melihat “manusia-manusia” baik ini terbelah menjadi berhadapan atau satu sama lain menjadi lawan. Saat saya melihat Prabowo menonton TV di pendopo rumah SBY, dimana di sebuah stasiun TV tengah di putar ulang liputan deklarasi Jokowi-JK ….entah kenapa air mata saya hampir jatuh..” dari samping saya lihat Prabowo menatap gambar di TV itu tanpa bicara sepatah kata pun, meski di sampingnya mulai dari Hatta Rajasa, Menteri Jero Wacik, Cicip Syarif Sutardja, Djan Faris dll berkomentar …Prabowo memilih diam…dan perlahan dia mundur di kerumunan itu..dan memilih tdk mendongakkan lagi waajhnya untuk melihat TV. Saya membayangkan betapa campur aduknya rasa di hatinya saat “anak” yg dibantu naikkan derajatnya itu kini menjadi “lawannya”.

Prabowo pernah berkata, kalau toh Jokowi yg “dibesarkannya” akhirnya jadi lawan, ia pernah bilang tdk masalah. Namun yg mengecewakannya adalah sejak dilantik hingga Jokowi nyapres, ternyata Jokowi itu mengucapkan terimakasih saja tidak pada Prabowo. (saya sebetulnya pernah mengingatkan Jokowi utk bertemu Prabowo, tapi kyaknya dia cuek, dan malah mengatakan yg membuat dia jadi Gubernur itu orang banyak, bukan Prabowo saja).

Sebagai orang jawa dimana saya menjujung tinggi toto kromo mikul duwur mendem jero, saya melihat apa yg saat ini saya saksikan sungguh menyayat batin saya. Bagimana tidak? Terhadap guru saya yg menjadikan saya dan teman-teman wartawan, yaitu Alm Om Valens Doi, bukan saja saya dan kawan saya Budi, bertanggung jawab terhadap keluarganya setelah Om Valens wafat, tapi kami tiap tahun juga memberingati wafatnya beliau, sebagai ungkapan rasa terimaksih kami, bahwa kami bisa seperti sekarang karena Om Valens. Kami juga selalu mengajarkan pada anak-anak wartawan, dimana ada sebagian sempat mengenal dan sebagain tdk mengenal Om Valens untuk selalu hormat, karena beliaulah kami semua bisa membangun perusahaan di mana kami bisa mencari makan dan berkarier. Kami pasang foto Om VAlens di ruang tamu kantor kami, dan kami selalu membuat kaos bergambar alm Om, sebagai rasa cinta dan hormat kami.

Hari ini saya menyaksikan seorang calon Pemimpin Negara yang dalam pandangan saya sebagai orang Jawa atau orang Indonesia MINUS MORAL, karena jangankan dia paham dengan konsep kesantunan mikul duwur mendem jero, mengucapakan terimaksih pun ternyata tdk dilakukan terhadap orang yg sudah menjadikannya dia hebat dan populer.

Ini bisa tdk penting, tapi buat saya pribadi menjadi penting, karena buat saya seorang pemimpin itu harus memiliki keteladanan moral yg baik, dan juga memiliki hati nurani yg baik. Bila tidak? Maka yg akan dilakukan hanya mengumbar nafsu-nafsu yg ada di kepalanya dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Jujur salah satu yg membuat keputusan saya mendukung Prabowo,  karena sy melihat Prabowo lebih punya kwalitas moral yg baik. Misalnya sebiji jarak saja orang pernah melakukan kebaikan padanya itu akan diingatnya. Sebagai contoh ada sopir pribadinya yg sudah 13 tahun pensiun, karena usia, Prabowo masih menggaji sang sopir ..bukan hanya para sopir, para ajudannya mulai dia jadi komandan grup sampai jadi Pangkostrad masih diperhatikan hidupnya. Alasannya, karena Prabowo sering dibantu oleh sopir dan ajudannya.

Itulah sebabnya, sy tdk pernah habis pikir kalau ada orang yg tdk mengenal Prabowo dengan seenak perutnya menyebut Prabowo sebagi manusia fasis, kejam, maniak, kasar dll….Padahal orang yg dikatakan jahat itu, memiliki hati yg jauh lebih mulia, bahkan jauuuuuuuh sekali mulianya dibandingkan yg secara fisik disebut santun, ramah, dan merakyat itu…..

SAYA MENYAKSIKAN KEDUANYA BUKAN MEMBACA BERITA!

*sumber: Kompasiana

Resmi Daftar ke KPU, Aa Gym Doakan Prabowo-Hatta


JAKARTA - Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa resmi mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (20/5/2014).

Sebelum mendaftar ke KPU, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa bersama para pimpinan parpol pendukung dan tokoh masyarakat menuju Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka mengawali dengan sholat berjama'ah yang diimami Menteri Agama, Suryadharma Ali.

Pada kesempatan itu, Ustaz kondang Abdullah Gymnastiar didaulat untuk mengisi tausiah di depan pasangan capres-cawapres tersebut. Pria yang dikenal dengan nama AA Gym ini berharap pasangan yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS dan Golkar ini akan memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.

"Mudah-mudahan poros ini Fastabiqul Khairat. Poros yang bukan hanya yang baik tapi poros yang berlomba-lomba yang berbuat baik, itulah yang wajar," harap AA Gym.

Sebagai manusia, AA Gym mengingatkan semua manusia sudah ditakdirkan untuk meninggalkan dunia fana. Tapi tak akan meninggalkan catatan-catatan kebaikan yang dilakukannya semasa hidup.

"Kita sama-sama akan mati. Dan mudah-mudahan catatan kebaikan kita yang kita berikan, tidak penting apa yang diberikan tetapi yang kita lakukan buat kebaikan," lanjutnya.

Sebelum mengakhiri ceramah, AA Gym juga mendoakan agar poros Prabowo-Hatta dapat membawa manfaat bagi negara.

"Mudah-mudahan pasangan ini membawa perbaikan dan perubahan. Membawa kebaikan bagi bangsa kami, lindungi dari kejahatan, robbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar," tutup AA Gym.

*dari berbagai sumber/pkspiyungan

Pengamat: Jokowi Tenggelam Oleh Kharisma JK, Prabowo Khidmat dan Menggelegar


Jakarta - Dua pasangan calon presiden yang akan bertarung di Pilpres mendatang hari ini resmi di deklarasikan. Secara umum tidak ada yang berbeda dalam deklarasi pasangan Capres Jokowi-Jusuf Kalla dan pasangan Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Namun menurut psikolog politik Universitas Indonesia, Dewi Harun ada perbedaan yang menonjol antara deklarasi Prabowo-Hatta dengan Jokowi-JK. Ia menilai deklarasi Capres dan Cawapres Jokowi-JK dirasakan sebagai antiklimaks, karena tidak ada kejutan lagi untuk rakyat siapa yang akan dipilih menjadi Cawapresnya.

"Sebab memang sudah diramalkan dan dibicaran sejak jauh-jauh hari, jika JK yang akan menjadi Cawapres. Kemudian, jika memang pada akhirnya yang dipilih adalah JK, mengapa keputusan yang sederhana seperti itu perlu waktu pemikiran yang terlalu lama, sehingga kesannya basi," jelasnya, Senin (19/5/2014).

Selain itu, saat memberikan sambutan atas penetapan dan pendaftaran Capres, Jokowi pun sama sekali tidak menyampaikan visi dan misi yang akan diusung. Hal ini menimbulkan kesan kurangnya leadership yang dimiliki oleh Capres PDIP itu.

"Yang terakhir menurut saya Jokowi tampak tenggelam oleh kharisma JK, terlihat Jokowi kurang percaya diri," ujarnya.

Pakar personal branding itu melanjutkan, sementara saat acara deklarasi pasangan Capres Prabowo-Hatta banyak kejutan yang muncul. Kejutan terbesar tentu saja bergabungnya Partai Golkar pada menit-menit terakhir.

Selain itu, deklarasi pasangan Prabowo-Hatta selain meriah juga berlangsung khidmat, dimana seluruh pimpinan partai pendukung mempunyai kesempatan yang sama untuk berbicara.

"Prabowo juga bisa menyampaikan pidato yang menggelegar dan memukai, dengan memasukan visi misinya yang jelas. Selain itu Prabowo terlihat PD dan gembira dengan dukungan yg mengalir kepadanya khususnya dari poros partai islam dan ketua NU serta Golkar di menit terakhir," tandasnya. (inilah/pkssumut/pkssiak)

Parpol Islam Dukung Prabowo-Hatta, Tokoh JIL Meradang

Luthfi Assyaukanie - Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL)

pkssiak.org, Sejumlah parpol “Islam” menjadi pendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI, dalam Pemilu Presiden 2014.

Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Luthfi Assyaukanie, mengecam pencapresan Prabowo yang didukung partai-partai Islam. 

“Kalau presidennya Prabowo, partai-partai yang mengitarinya serem banget: anti-ahmadiyah, anti-KPK, anti-bandwidth, dll,”

Demikian tulis Luthfi di akun Twitter @idetopia.

Sesuai rencana, hari ini (20/05), capres Prabowo Subianto akan mendaftarkan diri ke KPU dan berpasangan dengan Hatta Rajasa dari Partai Amanat Nasional. Koalisi ini sendiri didukung oleh 6 partai dimana 4 di antaranya adalah partai yang punya basis massa islam, yaitu PKS, PPP, PAN dan PBB. Sisanya yaitu Gerindra dan Golkar. (abuhuz/pkssumut/pkssiak)

Peluang Prabowo-Hatta Menang Semakin Besar




Jakarta - Bergabungnya partai Golkar mendukung pasangan Prabowo-Hatta, semakin menambah peluang kemenangan duet pasangan calon presiden dan wakil presiden itu.

"Saya yakin bahwa dengan dukungan penuh Golkar, ARB (Aburizal Bakrie) dan tokoh-tokoh senior Golkar seperti Akbar Tandjung, maka potensi kemenangan Prabowo-Hatta makin tinggi," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina Herdi Sahrasad saat dihubungi, Jakarta, Senin (19/5/2014).

Dia mengapresiasi sikap ketua umum Golkar ARB yang rela melepaskan keinginan menjadi calon presdien dengan medukugn Prabowo-Hatta. Dia membandingkan ARB dan Jusuf Kalla atau JK. Menurut Herdi, JK masih berambisi jadi cawapres, meski sudah kalah dalam pilpres 2009 dan pernah jadi wapres yang kontroversial.

"Salut untuk ARB dan Golkar. Demi untuk bangsa dan negara, mau mengalah," ujarnya.

Seperti diketahui, ARB sempat menyampaikan hasil rapat pimpinan nasional (rapimnas) partai Golkar ke PDIP. Namun kedua partai itu tidak menemukan titik temu untuk berkoalisi. Akhirnya partai berlambang beringin itu menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta.

Partai Golkar merupakan partai terakhir yang bergabung mendukung duet Prabowo-Hatta, setelah partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB), yang telah terlebih dahulu mendukung pasangan tersebut. [inilah/pkssiak]

Cara Prabowo Rebut Suara NU dari Jokowi-JK

Rencananya pasangan Prabowo-Hatta akan mendaftarkan diri ke KPU sebagai capres dan cawapres pada pukul 14:00 Wib hari ini.
Tak cuma memecah suara pendukung trah Sukarno, Prabowo Subianto juga dinilai melakukan taktik yang sama pada Nahdlatul Ulama (NU). Capres usungan 6 parpol itu juga menerapkan manuver serupa untuk memecah suara NU setelah basis terbesar NU, yakni PKB memilih untuk berkoalisi dengan PDIP.
PKB selama ini sering disebut sebagai Rumah Besar Keluarga NU. Namun partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu kini memilih untuk mendukung pasangan capres-cawapres usungan PDIP, Jokowi-JK. Demi mencegah agar suara NU tak dimonopoli oleh Jokowi-JK, Prabowo terpantau mendekati sejumlah tokoh NU.
Termasuk salah satunya Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Said Aqil Siradj. "Dia juga sudah lakukan pendekatan pada tokoh agama Said Aqil," ujar Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin kepada Liputan6.com di Jakarta, Selasa (20/5/2014).
"Secara pribadi dukung Prabowo. Target maksimal dapat suara dari NU, target mediumnya simbolisasi dukungan NU pada dia agar tak diklaim PKB memihak jokowi dan target minimumnya untuk kesan positif."
Tak cuma itu, lanjut dia, Prabowo juga mengaku mendapat dukungan dari mantan Ketua MK Mahfud MD. Selain itu, hari ini Prabowo dijadwalkan akan menemui Raja Dangdut Rhoma Irama. Keduanya merupakan tokoh yang sebelumnya menjadi kandidat capres di PKB.
Dengan berbagai pendekatan dan strategi politik yang dilakukan Prabowo, Said memprediksi peluang Ketua Dewan Pembina Gerindra itu berimbang dengan peluang Jokowi di Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.
"Saya fair mengatakan sebetulnya petanya sangat berimbang. Saya tak berani Prabowo ungguli Jokowi secara general. Tapi saya juga tak berani bilang sebaliknya. Dari sejumlah variabel, Jokowi unggul dan yang lainnya Prabowo unggul," pungkas Said.
Sejauh ini, pasangan Prabowo Subianto dan cawapres-nya Hatta Rajasa sudah mengantongi dukungan 6 parpol. Yakni, Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, PBB, dan Partai Golkar. Dengan begitu jumlah suara dukungan untuk pasangan Prabowo-Hatta berdasarkan hasil Pemilu 2014 sebesar 48,93%.
Sementara, pasangan Jokowi-JK hanya didukung oleh 4 parpol dalam Pilpres 2014. Jumlah total suara dukungan berdasarkan hasil Pemilu 2014 sebesar 39,97%. (Mut/liputan6)