SELAMAT HARI PAHLAWAN, #SEMOGA TERCATAT SEBAGAI SYUHADA'

Saturday, 7 June 2014

10 Kesalahan Suami Terhadap Isteri

isteri410 Kesalahan Suami Terhadap Isteri. Keutuhan sebuah rumahtangga sangat dipengaruhi oleh baiknya kepemimpinan seorang suami (sebagai kepala keluarga) dalam membina keluarganya. Lebih-lebih lagi adalah SIKAP & PERILAKUnya dalam bergaul dengan isterinya. Suami isteri sebagai tokoh  UTAMA dalam sesebuah rumahtangga, bila mengalami kerusakan maka bangunan rumahtangga pun akan runtuh. Disebabkan hubungan ini seharusnya sangat  dijaga dengan memperhatikan HAK & KEWAJIBAN masing-masing. Bagi suami isteri harus saling menunaikan kewajibannya setelah itu baru boleh mendapatkan apa yang menjadi haknya.
Jika kita melihat kenyataan dalam masyarakat,  dua sikap suami yang saling bertentangan dalam menyantuni isteri mereka, sikap inilah yang perlu di ambil perhatian, hal ini dapat menimbulkan masalah yang berujung dengan sebuah perceraian.
Pertama, suami yang meremehkan isterinya, yang mensia – siakan hak-haknya & melakukan pelbagai kesalahan berkaitan dengan hak isterinya.
Kedua, suami melepaskan kendalinya terhadap isteri & membebaskannya begitu saja (dalam kata lain, , suami ber ‘LEPAS TANGAN’).
Allah berfirman dalam Al-Quran, Surah An Nisa : 34 :
“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki atas sebahagian yang lain (wanita) & mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yg soleh, ialah yang taat Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena  Allah telah memelihara (mereka). Wanita- wanita yg kamu khuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka & pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka & pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari–cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”
Berikut ini adalah 10 (sepuluh) KESALAHAN-KESALAHAN suami yang banyak dilakukan, yang kesemuanya berdasarkan kepada dua sikap keliru tipe para suami diatas:
1. Tidak mengajarkan AGAMA dan HUKUM syariat Islam kepada isteri
Banyak kita temui bahwa para isteri tidak mengetahui bagaimana cara sholat yang betul, hukum haid & nifas, bertingkah laku/berperilaku terhadap suami secara tidak Islami  & tidak mendidik anak-anak secara Islam. Bahkan ada yang terjerumus ke dalam pelbagai jenis kesyirikan. Yang menjadi fokus perhatian seorang isteri hanyalah bagaimana cara memasak & menghidangkan makanan tertentu, cara berdandan yang cantik dsb. Tidak lain semua kerana tuntutan suami, sedangkan masalah AGAMA, terutama ibadahnya tidak pernah ditanyakan oleh suami.
Padahal Allah s.w.t berfirman yang bermaksud:
“Hai orang–orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu, penjaganya malaikat – malaikat yang kasar, keras & tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintakan” {Al-Quran, Surah At-Tahrim:6}
Maka para suami diminta untuk tidak sesekali mengABAIkan hal ini, karena semuanya akan diminta dipertanggungjawaban atasnya. Hendaklah benar-benar mengajarkan agama kepada isterinya, baik dilakukan sendiri atau melalui perantara. Antara lain yang dapat dilakukan; menghadiahkan buku-buku tentang Islam & hukum-hukumnya serta berbincang bersama-sama, kaset/cd ceramah, mengajak isterinya menghadiri ke majlis-majlis ILMU yang disampaikan oleh orang-orang yang berilmu dsb.. (yang paling praktis.. ajaklah solat berjamaah di rumah atau di masjid )
2. Suka mencari kekurangan & kesalahan isteri
Dalam suatu hadith riwayat Bukhari & Muslim, Rasulullah s.a.w melarang lelaki yang berpergian dalam waktu yang lama, pulang menemui keluarganya di waktu malam, karena  dikhawatirkan akan mendapati berbagai kekurangan isteri & cela isterinya. Bahkan suami diminta bersabar & menahan diri dari kekurangan yang ada pada isterinya, juga ketika isteri tidak melaksanakan kewajibannya. Karena  suami juga mempunyai kekurangan & celaan,  seperti sabda Rasulullah:
“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.” {H.R. Muslim}
3. Memberi hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahan isteri
Ini termasuk bentuk kezaliman terhadap isteri, antara lain iaitu:
(a) Menggunakan pukulan di tahap awal pemberitahuan hukuman {lihat  Al-Quran, Surah An-Nisa : 34}
(b) Mengusir isteri dari rumahnya tanpa ada kebenaran secara syar’ie {lihat  Al-Quran, Surah Ath-Thalaq : 1}
(c) Memukul wajah, mencela dan menghina.
Dalam as-Sunan dan al-Musnan dari Mu’awiyah bin Haidah al-Qusyairi bahawa ia berkata: “Ya Rasulullah, apakah HAK isteri atas suaminya? Nabi s.a.w menjawab:
“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya …..” {H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani}
4. Culas dalam memberi nafkah kepada isteri
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusukan anak-anak mereka selama dua tahun  yaitu bagi orang yang hendak menyempurnakan penyusuan itu; dan kewajiban ayah ialah memberi makan dan pakaian kepada isterinya itu menurut cara yang sepatutnya. Tidaklah diberatkan seseorang melainkan menurut kemampuannya. Janganlah menjadikan seseorang ibu itu menderita karena  anaknya, dan (jangan juga menjadikan) seseorang ayah  itu menderita karena anaknya; dan waris juga menanggung kewajiban yang tersebut (jika si ayah telah  tiada). kemudian jika keduanya (suami isteri berkeinginan menghentikan penyusuan itu dengan persetujuan (yang telah dicapai oleh) mereka sesudah berunding, maka mereka berdua tidaklah salah (melakukannya). Dan jika kamu hendak beri anak-anak kamu menyusu kepada orang lain, maka tidak ada salahnya bagi kamu apabila kamu serahkan (upah) yang kamu berikan itu dengan cara yang patut. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, serta ketahuilah, sesungguhnya Allah sentiasa melihat akan apapun  yang kamu lakukan.” {Al-Quran, Surah Al-Baqarah : 233}
Isteri BERHAK mendapatkan nafkah, kerana dia telah membolehkan suaminya bersenang–senang kepadanya, dia telah mentaati suaminya, tinggal di rumahnya, mengasuh & mendidik anak-anaknya. Dan jika isteri mendapati suaminya culas dalam memberi nafkah, bakhil, tidak memberikan nafkah kepadanya tanpa ada pembenaran syar’i, maka dia boleh mengambil harta suami untuk mencukupi keperluannya secara ma’ruf (tidak berlebihan) meskipun tanpa sepengetahuan suaminya.
Sabda Rasulullah s.a.w:
“Jika seorang muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya sedangkan dia mengharapkan pahalanya, maka nafkah itu adalah sedekah baginya.” {Muttafaq ‘alaih}
5. Sikap keras, kasar, tidak lembut terhadap isteri
Rasulullah s.a.w bersabda: “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya.” {H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani}
Maka suami hendaklah berakhlak baik terhadap isterinya dengan bersikap lembut & menjauhi sikap kasar.
6. Kesombongan suami membantu isteri dalam urusan rumahtangga
Ini kesalahan yang paling banyak MENJANGKITI para suami. Padahal lelaki yang paling UTAMA yakni Rasulullah s.a.w tidak segan untuk membantu pekerjaan isterinya.
Ketika Aisyah r.a ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w di rumahnya, beliau menjawab:
“Beliau membantu pekerjaan isterinya & jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat.” {H.R. Bukhari}
7. Menyebarkan rahasia dan aib isterinya
“Sesungguhnya diantara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia isterinya.” {H.R. Muslim}
Dalam hadith ini diHARAMkan seorang suami menyebarkan apa yang terjadi antara dia dengan isterinya terutama perilaku keduanya di tempat tidur. Juga diharamkan menyebutkan perinciannya, serta apa yang terjadi pada isterinya baik berupa perkataan maupun perbuatan lainnya.
8. Sikap terburu-buru dalam menceraikan isteri
Wahai suami yang mulia, sesungguhnya hubungan antara engkau & isterimu adalah hubungan yang kuat lagi suci, oleh karena itu  Islam menganggap penceraian adalah perkara besar yang tidak boleh diremehkan karena  penceraian akan menyeret kepada kerusakan, kacau balaunya pendidikan anak dsb. Dan hendaknya perkataan cerai/talak itu tidak digunakan sebagai bahan gurauan/mainan. Karena  Rasulullah s.a.w telah bersabda:
“Ada 3 hal yang kesungguhannya dan gurauannya sama-sama dianggap sungguh-sungguh yaitu: NIKAH, TALAK (cerai) dan RUJUK.” {H.R. Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai “hasan” oleh asy-Syeikh Albani}
Memang perselisihan antara suami isteri sering terjadi kadang sampai mengarah kepada penceraian. Akan tetapi penceraian ini tidak boleh dijadikan sebagai langkah pertama dalam penyelesaian perselisihan ini. Bahkana harus diusahakan berbagai cara untuk menyelesaikannya, karena kemungkinan besar akan banyak rasa penyesalan yang ditimbulkan dikemudian hari kelak.
Rasulullah s.a.w bersabda:
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgahsananya di atas air (laut), kemudian ia mengutus para tentaranya. Maka tentara yang paling dekat dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya (penyesatannya). Maka datanglah salah satu tenteranya dan melapor: Aku telah melakukan ini dan itu, maka Iblis berkata: Engkau belum melakukan apa-apa, kemudian datanglah tentara yang lain dan melapor: Aku telah menggodanya hingga akhirnya aku menceraikannya dengan isterinya. Maka Iblis pun mendekatkan tentara syaitan ini di sisinya lalu berkata: Engkau tentara terbaik.” {H.R. Muslim}
9. Berpoligami tanpa memperhatikan ketentuan syari’at
Menikah untuk kedua kali, ketiga dan keempat kali merupakan salah satu perkara yang Allah syariatkan. Akan tetapi yang menjadi catatan di sini bahwa sebahagian orang yang ingin menerapkan syariat ini/telah menerapkannya tidak memperhatikan sikapnya yang tidak memenuhi kewajiban serta tanggungjawab terhadap isteri. Terutama isteri pertama & anak-anaknya.
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja.” {Al-Quran, Surah An-Nisa : 3}
Sikap ini merupakan KEADILAN yang diperintahkan Allah s.w.t. Memang benar berpoligami merupakan syariat Islam, tetapi jika seseorang tidak mampu melaksanakannya dengan baik & tidak memenuhi syarat-syaratnya maka tidak boleh memikul tanggungjawabnya, bila dilakukan maka menjuruskan kerusakan sebuah rumahtangga, menghancurkan anak-anak & menambah permasalahan keluarga & juga kepada masyarakat. Maka fikirkanlah akibatnya & perhatikanlah dengan saksama perkaranya sebelum masuk kelayakan ke’dalam’nya.
10. Lemahnya kecemburuan
Para suami memBIARkan kemolekan, keindahan & kecantikan isterinya DINIKMATI & DIPERTONTONkan oleh ramai orang. Dia memBIARkan isterinya menampakkan auratnya ketika keluar rumah, membiarkan berkumpul dengan lelaki-lelaki lain. Bahkan sebahagian ada yang BANGGA karena  telah memiliki isteri yang cantik yang boleh dinikmati ‘pandangan’ kebanyakan orang. Padahal wanita dimata Islam adalah makhluk yang SANGAT mulia, sehingga keindahan & keelokannya hanya diperuntukkan atau DIKHUSUSkan buat suaminya saja dan tidak sesekali di’jaja’ sebebasnya  kemana-mana.
Seorang suami yang memiliki kecemburuan terhadap istrinya tidak akan membiarkan isterinya berjabat tangan dengan lelaki lain yang BUKAN mahram.
“Ditusukkan kepala seorang lelaki dengan jarum dari besi lebih baik daripada dia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” {lihat dalam ash-Shahihah : 226}
Seorang suami yang memiliki kecemburuan terhadap isterinya, dia akan memperhatikan sabda Rasulullah s.a.w:
“Janganlah kalian masuk menemui para wanita.” lalu seorang Ansar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan al-hamwu (kerabat suami/ipar )?” Beliau mengatakan, “Al- hamwu (ipar) adalah kematian.” {Muttafaq ‘alaih}
Perhatikan juga ancaman Rasulullah s.a.w terhadap lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga (isteri):
“Tiga golongan yang Allah s.w.t tidak akan melihat mereka pada hari kiamat iaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts” {H.R. An-Nasa’i dinilai ‘hasan’ oleh syeikh Albani, lihat ash-Shahihah : 674}
Dan ad-Dayyuts(dayus) adalah LELAKI yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarganya.
Semoga bermanfaat buat kita semua.. insyaAllah
*eramuslim.com

Prabowo: Sudah 'Gak' Baca, 'Gak' Salat, Mau Jadi Pemimpin?


Prabowo Subianto
JAKARTA -- Capres dari koalisi Merah Putih Prabowo Subianto menghadiri acara konsolidasi nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam rangka pemenangan Pilpres, Selasa (27/5). Dalam pertemuan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, itu, Prabowo banyak bercerita ketika memberikan sambutan.
Prabowo menceritakan kisah dari temannya mengenai penjual buku. Ia mengatakan, ada pegawai toko buku yang biasa berjualan saat acara-acara partai. Suatu ketika, Prabowo mengatakan, penjual buku itu datang ke acara salah satu partai. Ia tidak menyebut nama partai itu. Selepas dari acara, penjual itu laporan kepada bosnya.
Prabowo menggambarkan pembicaraan bos dan anak buahnya. "Begitu kembali, laporan ke pemilik toko. Kamu sudah jual apa? Gak ada yang beli, Pak. Partai mana? Disebut partainya. Wah kalau partai itu gak baca-baca itu," ujar Prabowo, yang disambut tawa para kader PKS.
"Kalau mau partai yang baca, PKS. Kalau partai nasional yang baca, Gerindra. Ini cerita bener loh, saya nggak ngarang," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.
Dari kejadian itu, Prabowo menilai sudah ada cap tertentu akan suatu partai. Ia mengatakan, PKS merupakan partai religius yang suka membaca. Sementara Gerindra adalah partai kebangsaan yang suka membaca. 
"Ada juga rupanya partai religius yang nggak suka baca, ada juga partai kebangsaan yang nggak suka baca," kata mantan Danjen Kopassus itu.
Prabowo kembali memberikan penilaian. "PKS terkenal religius. Jadi selain baca, shalatnya rajin, ya kan. Ada partai kebangsaan, baca, shalatnya kurang rajin. Tapi masih shalat. Yang repot, sudah nggak baca, nggak shalat. Yang kayak begitu mau jadi pemimpin. Waduh, sudah nggak baca, nggak shalat," kata dia, yang disambut tawa para undangan.

*http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/05/28/n68wvj-prabowo-sudah-gak-baca-gak-salat-mau-jadi-pemimpin

Politikus PDIP: Jokowi Sudah 'Keteter'

Joko Widodo (Jokowi)
JAKARTA -- Performa kampanye calon presiden Joko Widodo mengecewakan banyak pihak. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pupung Suharis yang notabene berasal dari partai pendukung Jokowi bahkan turut mengungkapkan kekecewaannya.
Pupung Suharis mengaku kecewa karena Jokowi terlihat tegang dan grogi pada waktu pengambilan nomor urut calon presiden di KPU dan saat deklarasi kampanye damai di Hotel Bidakara, Jakarta, beberapa hari lalu.

"Dalam dua kali penampilannya, Jokowi tampak tegang, pidatonya pendek dan kering. Banyolan Jokowi yang mengajak memilih nomor dua, malah jadi masalah di Bawaslu. Sekarang dia sudah keteter dan trendnya menurun. Jokowi akan makin keteter lagi saat debat capres mendatang," kata Pupung di Jakarta, kemarin.

Mantan anggota Komisi I dan III DPR RI 2004-2009 juga mengingatkan Jokowi-JK untuk lebih mengedepankan visi dan misi membangun bangsa, bukan mendiskreditkan lawannya. Pupung menunjuk apa yang dilakukan Jokowi di Papua saat menyindir capres lain yang melakukan kampanye di dalam hotel.

"Yang kayak begitu enggak baik dan enggak perlu. Lebih baik sampaikan program-program yang pro rakyat, itu lebih berguna daripada energi dihabiskan untuk menyindir orang. Masa jauh-jauh dari Jakarta ke Papua, hanya ngrasani orang, itu bukan leader yang baik," kata Pupung.

Dia menilai, sebagai calon presiden dan pemimpin bangsa, Jokowi seharusnya menunjukkan sikap kenegarawanan dengan tidak menjelek-jelekkan lawannya.

"Rakyat sudah cerdas, tidak tertarik oleh perilaku elit yang suka menjelek-jelekkan pihak lain. Rakyat ingin tahu kelas atau level capresnya itu seperti apa? Rakyat ingin tahu program yang dimiliki dan akan dijalankan capresnya seperti apa. Itu yang ditunggu rakyat," ujar dia.
*http://www.republika.co.id/berita/pemilu/hot-politic/14/06/06/n6qmgo-politikus-pdip-jokowi-sudah-keteter

Politisi Demokrat: Peperangan Terjadi Antara Kubu Kader PKS vs PKI di Capres 2014

kader pks vs pki

Pengamat ekonomi yang juga politisi Partai Demokrat, Ikhsan Modjo, menilai, bahwa perang kampanye di sosial media antara pendukung pasangan capres/cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, didukung kader-kader militan yang sama kuat.

“Di sosial media, yang satu motornya kader-kader PKS, yang satu pentolannya kader-kader PKI. 11/12 lah militannya. Lanjut brow perangnya,” tulis Ikhsan Modjo di akun Twitter @IkhsanModjo.

Ikhsan Modjo juga membandingkan visi kedua capres yang menjadi bahan perdebatan di dunia maya. “On the other hand, soal pangan saya lebih suka visi Prabowo. Omong kosong tidak impor pangan sama sekali seperti olahan Tim Jokowi,” kicau @IkhsanModjo.
Secara khusus, Ikhsan Modjo, membeberkan peta persaingan Prabowo-Hatta vs Jokowi-JK di wilayah Jawa Timur.  Menurut Ikhsan Modjo, pertarungan antara kedua capres di Jawa Timur akan berimbang, tergantung, mesin politik.

Sebagai perbandingan @IkhsanModjo menulis: “Dukungan PKB tidak jaminan dukungan basis-basis NU seperti Tapal Kuda buat Jokowi. Sebaliknya, basis ini sudah lama digarap Prabowo. Selain Prabowo sudah lama sowan ke Kyai-kyai kunci, tokoh-tokoh informal Nahdiyin juga sudah banyak yang merapat ke pasangan no. 1.”

Kepada tim pemenangan Jokowi-JK, Ikhsan mengusulkan agar kubu Jokowi fokus kepada upaya menjaga basis massa. “Ketimbang head-to-head dengan nomor 1 di Tapal Kuda dan Madura, yang hampir pasti kalah. Lebih baik fokus jaga perkuat basis,” tegas @IkhsanModjo.

Sumber : http://www.suaranews.com/2014/06/politisi-demokrat-peperangan-terjadi.html

Friday, 6 June 2014

Disinyalir Dana PU Digunakan Jadi Kampanye Jokowi


JAKARTA - Desakan agar dilakukan audit atas penggelontoran dana di Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disampaikan banyak kalangan.

Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) misalnya mendorong dilakukan audit sehingga membuat terang apakah dana Rp 180 miliar yang dialirkan Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudi Siahaan ke puluhan rekening terkait pencapresan Jokowi atau tidak.

"Harus diaudit. Kita justru khawatir dana itu digunakan untuk dana Pilpres Jokowi," ujar Ketua Fitra Ucok Sky Khadafi kepada Rakyat Merdeka Online (Grup JPNN.com),  Kamis (5/6).

Uchok sangat menyayangkan sikap Jokowi yang lamban menangani surat perintah pembukaan rekening oleh Rudi kepada 44 kepala seksi sudin PU di seluruh wilayah DKI. Padahal, sebelum resmi terpilih sebagai capres, Jokowi masih memiliki waktu untuk menyelidiki apakah pembukaan rekening tersebut sebagai modus korupsi atau bukan.

Uchok menduga Jokowi enggan mendalami kasus tersebut karena Rudi sebagai anak emasnya. Sebelum timbul permasalahan lebih lanjut, Uchok berharap Rudi segera diadili.

"Tampaknya seperti itu sih. Sampai sekarang masalah itu belum dibereskan. Mestinya orang seperti itu (Rudi) dipecat. Harus tegas," katanya.

Dia meminta inspektorat dan BPKP tidak diam. Inspektoral mesti melakukan penyelidikan dan BPKP melakukan audit.

"Kami juga akan mendalami kasusnya," pungkas Uchok. (rmo/jpnn)

*sumber: http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=238678

IRC Prediksi Prabowo-Hatta Pemenang di Pilpres 2014


JAKARTA - Dukungan Partai Demokrat kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dinilai menambah energi bagi pasangan nomor urut satu itu. Hal demikian menurut Kepala Riset Indonesia Research Centre (IRC), Yunita Mandolang.

Maka dari itu, dia meyakini bahwa pasangan Prabowo-Hatta mampu mengungguli pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di Pilpres 2014 nanti.

Hal itu terkait dengan bergabungnya para tokoh-tokoh penting Partai Demokrat terhadap Prabowo-Hatta.

"Karena sudah mengantongi suara parpol sebesar 59,12 persen, dari sebelumnya sebesar 48,93 persen. Poros Jokowi-JK tetap sebesar 40,88 persen," ujar Yunita dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Lebih lanjut Yunita menjelaskan, dengan menghitung elektabilitas para capres pada masing-masing partai koalisi yang masuk kedalam kubu Prabowo-Hatta, maka didapatkan hasil bahwa Prabowo-Hatta unggul dengan 47,9 persen dan Jokowi-JK sebesar 42,7 persen.

Prediksi perhitungan tersebut, sambung dia, diperoleh dengan menggabungkan elektabilitas para capres yang diusung oleh masing-masing partai dalam koalisi, bukan terhadap perolehan suara parpol.

"Misalnya, elektabilitas dalam kategori Koalisi Gerindra menggabungkan elektabilitas Mahfud MD, Gita Wirjawan, dan capres-capres lainnya yang pernah diusung oleh parpol. Demikian juga dengan kategori Koalisi PDIP yang menggabungkan elektablitas Surya Paloh dan capres-capres dari anggota partai koalisi," terangnya.

Dirinya menuturkan, Perolehan suara Prabowo-Hatta sendiri sebelum koalisi terbentuk terpaut lebih dari 10 persen dibanding Jokowi. Karena, dukungan pada Jokowi sudah jauh-jauh hari mencapai angka maksimal berkat popularitasnya yang merambah ke lintas partai dan akan sulit meningkat lagi.

"Hal ini hampir menjadikan sumbangan dukungan dari partai-partai koalisi PDIP tak begitu berarti. Sebaliknya bagi Prabowo-Hatta, tren dukungan meningkat apalagi setelah Demokrat bergabung," ucapnya.

Yunita menambahkan, perolehan dua digit, Partai Demokrat itu menunjukan kuatnya kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dan figur SBY bisa memperkuat keterpilihan Prabowo-Hatta.

"Kharisma SBY menjadi modal mengikat separuh konstituen untuk tetap loyal," katanya.

Sekadar informasi, Metode Survey IRC tersebut dilakukan dengan mewawancara 4108 pemilih di 2100 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Indonesia, dengan distribusi 50 persen laki-laki, 50 persen perempuan.

Kemudian 50 persen berumur dibawah 35 tahun dan 50 persen di atas 36 tahun, pada 9 April 2014. Responden dalam survei ini dipilih secara acak sistematis.

*sumber: http://pemilu.sindonews.com/read/2014/06/05/113/870663/irc-prediksi-prabowo-hatta-pemenang-di-pilpres-2014

"Strategi Ken Arok, Babinsa Sebagai Umpannya" by @ragilnugroho1


Oleh Ragil Nugroho

***

Operasi senyap dengan umpan Babinsa. Ini strategi Ken Arok yang jitu n halus.
   
Operasi Ken Arok garis keras biasanya lewat bakar bakaran, adu domba antar suku n agama. Yang relatif halus lewat umpan Babinsa ini.
    
Setelah operasi garis keras Ken Arok di jogja n jakarta, gak begitu berhasil, operasi model Babinsa dipakai.
    
Tentu yang tertuduh kubu Prabowo krn Babinsa mengarahkan u memilih Prabowo. Tp apakah pelakunya kubu Bowo?
    
Disinilah perang intelejen dimulai. Setelah Pak Beye marah2 krn ada perwira aktif mendukung satu kubu, maka operasi Babinsa dilakukan
    
Tujuannya u mementahkan tuduhan Pak Beye yg mengarah ke kubu Jokowi. Maka Babinsa digerakkan u seolah2 mendukung Prabowo.
    
KASAD yg #kabarburung nya mau dijadikan panglima kena hantam krn Babinsa berada dlm koordinasinya. Sehingga "tertangkap" KASAD yg tak netral
    
Sekarang yg berhadap2an bukan intelejen kubu Bowo n Joko saja, Pak Beye juga dipancing karena dialah Pangti. Para Jendral aktifpun diadu
    
Tapi gak usah serius2, walaupun operasi Ken Arok dg bidak Babinsa ini sedang digoreng Kompas, tp masih bisa diatasi
    
Semua ini seperti kita main di papan catur, mana yang diumpankan untuk mejebak lawan, mana yg disimpan dulu.
    
Tentu tujuannya untuk memenangkan pertarungan. Agar raja lawan skak mat. Tak berkutik
    
Kebetulan intelejen di kubu Bowo rata2 kelas 2, kelas 1 di kubu Joko. Sehingga dlm permainan di papan catur agak keteteran.
    
Nanti endingnya kalau kalah: Pemilu gak adil, tentara gak netral, babinsa bermain, dsb. Klu menang ya diem saja
    
Ini kan tandanya sederhana: orang bawa HT, ngaku babinsa, kemudian suruh milih capres A. Siapa saja bisa dipacak I seperti itu
    
Operasinya paling baru tak lebih dari 20 rumah, bisa langsung jadi isu nasional: Babinsa mengarahkan memilih capres A
    
Operasi darat dan udara (media -ed) berjalan bersamaan sehingga diharapkan menimbulkan gelombang yg besar
    
Tradisi Jawa juga mengenal kisah tentang Joko #Tinggkir, anak Kebo Kenongo.
    
Joko #Tinggkir masih trah Majapahit, ia ingin masuk ke Kerajaan Demak. Sebagai orang yang tak dikenal, maka dia harus menyusun siasat
    
Dia bersama pengikutnya membuat siasat: seekor Banteng disumpal dengan tanah merah yg telah diberi mantra. #Tinggkir
    
Banteng itu kemudian mengamuk n dilepas di alun alun Kota Demak. Seisi alun2 diporak porandakan oleh si Banteng #Tinggkir
    
Prajurit sampai Perwira sudah dikerahkan u menangkap Banteng yang ngamuk hidup atau mati. Tak ada yang berhasil #Tinggkir
    
Seisi kota Demak pun heboh. Para perempuan lari tunggang langgang sampai membuang anak di gendonganx, laki2 lari sampai lupa memakai sarung
    
Akhirnya diadakan sayembara: barang siapa mampu menjinakkan si Banteng, klu laki2 akan diangkat menantu, klu perempuan jd saudara Sultan
    
Gegedug, para jawara, pendekaraa, dr seluruh Demak mengikuti sayembara itu. Tak ada yg bisa mengalahkan si Banteng #Tinggkir
    
Sampai akhirnya Joko #Tinggkir, sebagaimana polisi India, muncul paling akhir. Ia yg tau kelemahan si Banteng beraksi
    
Terlebih dahulu Joko #Tinggkir melepas tanah merah yg ada di telinga Banteng gila itu. Setelah di lepas, Banteng jd loyo
    
Dengan sekali pukul, Joko #Tinggkir bisa memecahkan kepala si Banteng.Joko memenangkan sayembara n menikah dg putri Sultan
    
Singkat kisah, dengan jasa Banteng, Joko #Tinggkir akhirnya menjadi Sultan Pajang
    
Taktik Joko #Tinggkir yang menciptkan kekacaun lewat Banteng tadi, sering dipakai dlm dunia intelejen
    
Setelah kekacaun meluas, maka dipadamkan sendiri n si pemadam akan mendapatkan nama baik #Tinggkir
    
Taktik ala Joko #Tinggkir akan banyak kita dapatkan dalam Pilpres nantinya. Operasi senyap ala Jawa u menggapai kekuasaan
    
Umpan Joko #Tinggkir tak harus Banteng, bisa jg posko yg terbakar, adu domba, operasi Babinsa, dsb. Tujuannya menciptakan kegaduhan
    
Tinggal umpan mana yang bisa heboh kemudian digoreng untuk mencapai tujuan. #Tinggkir
    
Operasi senyap ala Joko #Tinggkir masih efektif digunakan hingga saat ini, apalagi dalam suasana Pilpres satu putaran.


*sumber: https://twitter.com/ragilnugroho1
(http://chirpstory.com/li/211158)
*pkspiyungan

Kubu Prabowo-Hatta Ingin Hanya Debat Capres Tanpa Cawapres


Jakarta - Debat kandidat Pilpres 2014 dilakukan sebanyak 5 kali. Terdiri dari 3 kali untuk capres dan 2 kali untuk cawapres.

Namun, Ketua Koalisi Merah Putih pendukung capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Bara Hasibuan meminta debat kandidat yang dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilakukan untuk capres saja.

"Kami mendorong format debat pada pemilihan presiden ini menjadi bagi hanya calon presiden tanpa melibatkan calon wakil presiden," kata Bara kepada Liputan6.com di Serang, Banten, Kamis (5/6/2014).

Bara beralasan, dengan debat diperuntukkan bagi para capres saja, maka rakyat dapat menilai lebih objektif kualitas calon pemimimpinnya yang akan di pilih 9 Juli mendatang. Menurutnya, posisi cawapres hanya sebagai pembantu capres jika terpilih kelak.

"Dengan begitu, rakyat dapat menilai secara langsung pemahaman masing-masing capres atas visi atau program yang mereka tawarkan. Hal itu juga memberikan kesempatan bagi rakyat untuk menilai kualitas dan kemampuan dari masing-masih capres," ujarnya.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu menuturkan, penting bagi rakyat menilai capresnya karena presiden adalah pemegang penuh dalam pengambil keputusan bernegara dalam kebijakan tertentu.

"Penting bagi rakyat untuk memberi penilaian langsung bagi calon presiden, karena ini adalah pemilihan presiden dan dalam sistim politik kita sekarang ini presiden adlah pemimpin utama pemerintahan dan negara," tuturnya.

Bara menilai, debat untuk cawapres juga sama pentingnya untuk masyarakat bisa menilai kemampuan calon pendamping pucuk pimpinan di negeri ini. Namun menurutnya, hal itu dilakukan tak lebih dari sekali karena sudah akan bisa dinilai.

"Untuk menilai kualitas calon wapres, debat antar calon wakil presiden dilakukan sekali saja," tandas Bara.

*http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2059163/kubu-prabowo-hatta-ingin-hanya-debat-capres-tanpa-cawapres#sthash.rowfEhX4.dpuf

Prabowo-Hatta Akan Beri Hak Berjilbab Polwan


JAKARTA -- Negara tidak boleh menghalangi hak polisi wanita (polwan) untuk berjilbab. Setiap muslimah punya hak untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya tak terkecuali bagi seorang polisi.

Hal itu dikemukakan Anggota Dewan Pakar Timses Prabowo-Hatta Hidayat Nur Wahid. Ia mengatakan jika capres-cawapres yang diusung Koalisi Merah Putih itu terpilih, dia yakin hak itu akan diberikan kepada polwan. 

Sebab, negara harus menjamin kebebasan warganya dalam menjalankan keyakinan masing-masing sesuai agama yang dipeluk.

"(Berjilbab) Itu hak asasi. Polwan harus diberikan haknya untuk menjalankan keyakinan mereka," kata dia kepada Republika, Kamis (5/6).

Menurutnya, hak berjilbab juga harus diterapkan di semua instansi pemerintahan. Baik TNI, Polri, PNS atau yang lain. Sebab, kata dia, berjilbab tidak akan pernah mengganggu profesionalitas perempuan dalam bekerja.

Justru mereka akan merasa semakin nyaman dan tenang saat menjalani pekerjaan karena telah memenuhi kewajibannya. 

"Jadi tidak hanya untuk polisi. Kita akan terus mendorongnya karena itu bagian dari hak asasi," ujarnya. (ROL/pkspiyungan)

Mahfud MD: Jokowi Baik, Tapi Prabowo Terbaik


PROBOLINGGO - Ketua Tim Pemenangan Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengawali kampanye nasional untuk pasangan tersebut di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (5/6/2014).

Mahfud melakukan kampanye dialogis di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Dimas Kanjeng Taat Pribadi menghadirkan sekitar 5.000 santrinya.

Mahfud tak sendirian ke padepokan tersebut. Dia ditemani Marwah Daud Ibrahim, sejumlah pengurus partai koalisi, dan rombongan. Sedikitnya, Mahfud dua kali membaca shalawat yang diikuti ribuan santri padepokan yang hadir saat berorasi.

Sebelum Mahfud berorasi, santri juga mendeklarasikan dukungannya kepada capres Prabowo. Dalam deklarasi itu, tampak hadir puluhan kiai dan ulama, yang mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam orasinya, Mahfud mengajak masyarakat agar jangan mau dibohongi dalam memilih pemimpin. Capres yang dipilih harus sesuai dengan logika yang benar.

"Salah satu alasan kita mendukung Pak Prabowo, karena Prabowo tidak mau didikte asing. Prabowo bukan anti-asing, karena Indonesia termasuk bagian dari negara di dunia. Tapi, jika asing mendiktenya, mencuri dan merampas kekayaan negara, maka Prabowo tidak takut menghadapi pihak asing," tandasnya.

Mahfud mengatakan, capres Jokowi juga baik. Tapi menurutnya, hanya Prabowo yang merupakan capres terbaik. Karenanya, capres terbaiklah yang harus dipilih.

"Prabowo juga akan memperhatikan kaum muslimin, terutama warga NU. Jangan khawatir bila Prabowo yang menjadi pemimpin lima tahun ke depan," tambahnya.

Mahfud juga optimis, pihaknya akan meraup 64 persen di Jatim. Di samping karena basis NU, dukungan kepada Prabowo juga datang dari ulama dan pesantren, seperti Ponpes Sidogiri, Ponpes Zainul Hasan Genggong, dan sejumlah daerah di tapal kuda, dan matraman.

Ditanya kenapa melawan PKB karena dirinya sempat akan dicapreskan PKB, Mahfud menjawab, "Saya bukan melawan PKB, saya melawan Jokowi-JK. Saya kan tim sukses Prabowo-Hatta."

Sementara itu, dalam orasinya, Marwah Daud Ibrahim menghidupkan suasana saat dia meyanyikan lagu Garuda di Dadaku tapi mengalami perubahan lirik.

"Garuda di dadaku. Prabowo presidenku, ku yakin nomor satu pasti menaaaaang," teriak Marwah. (KOMPAS/pkspiyungan)