SELAMAT HARI PAHLAWAN, #SEMOGA TERCATAT SEBAGAI SYUHADA'

Thursday, 3 April 2014

"Untuk Apa Dukung Berantas Korupsi Tapi Dukung Partai Terkorup?"


by @hafidz_ary

1) org yg paling kompeten datang ke @matanajwa malam ini (2/4/2014) adalah @Fahrihamzah | malah ICW yg terkesan partisan yg diundang.

2) selama KPK fokus pada festivalisasi, dan diduga kuat pesanan politik, dan ICW nya gak berani sama partai terkorup, korupsi ga akan beres.

3) KPK festivalisasi, ICWnya partisan, partai terkorup didukung media, partai terbersih dibully, masyarakat nya pragmatis. #klop

4) ada org bilang : "gw dukung KPK berantas korupsi" | eh, nyoblosnya #partaiterkorup. #split

5) "dukung KPK berantas korupsi" | nyoblosnya partai terkorup. bencinya sama partai terbersih. #split #sakit

6) "gw dukung KPK berantas korupsi" trus twitnya "jangan lupa pilih partai terkorup" "asal bukan partai terbersih". #sakit

7) kok bs banyak orang #split ? banyak org #sakit dan logika di kepalanya berantem?

8) kalo dukung pemberantasan korupsi, ya dukung partai terbersih, partai yg berhasil mberi contoh meredam korupsi.

9) "krn gw benci korupsi maka gw pilih partai #terkorup" gimana bisa?


10) ada Partai Paling bersih, eh nyoblosnya partai Paling Korup.

11) ada partai paling damai, eh nyoblosnya partai paling rusuh.

12) ada partai yg paling sigap membantu bangsa saat terkena bencana, eh pilih partai yg duduk duduk dan datang saat pemilu aja.

13) ada partai yg tertib, eh malah pilih partai yg semrawut.

14) ada partai yg kampanyenya cerdas, malah pilih yg dangdut erotis.

15) sebenernya bangsa ini mau sembuh atau mau lanjutkan amburadulnya?

16) ada partai yg mengandalkan kerja super team, eh malah pilih partai yg berbasis figur yg dikarbit.

17) ada partai yg punya platform yg jelas utk republik, malah pilih partai yg bungkusan figur tp isinya kosong.

18) jadi sebenernya kita sebagai bangsa ini ingin Indonesia berubah atau tdk?

19) mengkritik KPK sambil jadi partai terbersih gak boleh, anda gak mau kritik KPK tapi milih partai terkorup?

20) kenapa PKS mengkritik KPK? krn PKS tau solusi pemberantasan korupsi yg sistemik. bukan skedar festivalisasi. 

21) sebenernya ingin Indonesia berubah atau ingin mempertahankan keterpurukan?

23) gpp partai terkorup, ter erotis, ter bolos, ter rusuh, yg penting capresnya mas joko. | mas jokonya pun amburadul mimpin jakarta.


*sumber: http://chirpstory.com/li/197950/pkspiyungan

Prakiraan Hasil Pemilu 2014 kajian TNI


Bulan april tinggal menunggu waktu sebentar lagi, 9 april 2014 adalah pemilu legislatif untuk menentukan anggota DPR DPRD periode 2014-2019

Yang menarik; ada sebuah perhitungan strategik hasil 'perkiraan' dari kubu TNI mengenai hasil pemilu 2014

Hasil pemilu legislatif 2014 berdasarkan perhitungan rahasia data base milik TNI berdasarkan informasi dari petinggi departemen pertahanan (untuk sekedar informasi) adalah;

1. Partai Golkar
2. Partai PDIP
3. Partai PKS
4. Partai gerindra
5. Partai Demokrat
6. Partai PPP
7. Partai PAN
8. Partai Hanura
9. Partai Nasdem
10. Partai PKB
11. Partai PBB
12. Partai PKPI
Data peringkat tersebut berasal dari masukan masukan database januari - desember 2013 diseluruh indonesia

Bukan untuk sebuah kepentingan survey; tetapi lebih kepada hitungan strategik

Dan biasanya database dephan alias keluaran TNI lebih mendekati kenyataan di lapangan karena sumber nya langsung melihat ke lapangan dan sudah bisa diperkirakan dan terukur

-bang dw-
(http://muslimina.blogspot.com)

PKS akan Putihkan Pontianak di Hari Terakhir Kampanye


PONTIANAK. Masa kampanye yang akan berakhir tanggal 5 April akan dimanfaakan secara maksimal oleh seluruh peserta pemilu, tak terkecuali PKS Kota Pontianak yang  bertepatan dengan jadwal terakhir kampanyenya di Kota Pontianak.

Dalam kampanye terakhir ini PKS Kota Pontianak yang bertema "Putihkan Pontianak" akan diadakan berbagai macam kampanye, baik kampanye dialogis maupun kampanye kreatif di luar ruangan.

Husin penanggung jawab Kampanye mengatakan, "kampanye terakhir PKS Kota Pontianak yang akan dilaksanakan hari Sabtu, (5/4), dipusatkan di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara, Jln Paris 2."

"Kampanye akan kita mulai dari pagi hingga sore hari melibatkan seluruh kader PKS Kota Pontianak Kecamatan Pontianak selatan dan tenggara, tentunya dengan beragam model kampanye yang telah kita rencanakan," ujar Husin yang juga caleg ini.

Dalam kampanye terakhirnya PKS Kota Pontianak akan melaksanakan kampanye Door to door, dialogis dan aksi Frezmob sepanjang jalan A. Yani selepas sholat ashar sampai jam 5.

Terpisah, Rizal Edwin yang juga caleg PKS mengatakan "Aksi frezhmob dan dirrect selling selain mengajak warga untuk mencoblos PKS, juga akan diisi himbauan untuk tidak golput."

Edwin juga mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk mengikuti aksi nanti juga sebagai pembuktian PKS mampu memutihkan Pontianak.

(udin, hms PKS)

Antrian Panjang TKI Saat Pemilu di Malaysia, PKS Mendominasi


Kuala Lumpur - Pemilihan Umum 2014 Indonesia mulai dilaksanakan di negeri jiran, Malaysia. Salah satu tempat pemilihan suara di Pabrik Western Digital, Petaling Jaya sejak pukul 8 pagi hari ini, Kamis, 3/4/2014 telah dipenuhi oleh para pemilih WNI.

Para pekerja yang telah memenuhi aula pabrik tersebut mulai berdatangan dan berbaris 2 line untuk menunggu giliran mencoblos.

Hari ini merupakan hari ke-2 pencoblosan. Hari pertama dilakukan pada Senin, 30/3/14 dan diikuti oleh 580 pencoblos sejak pagi.

Diperkirakan sekitar 1100 peserta pemilu yang semuanya perempuan berpartisipasi dalam pesta 5 tahunan tersebut.

Berdasarkan saksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berada di lapangan. Bisa dipastikan banyak yang memilih partai berlambang bulan sabit kembar tersebut. Loyalis PKS yang terdiri dari para pekerja pabrik tersebut telah bekerja keras turun ke lapangan untuk memperkenalkan PKS di wilayah tersebut.

Hari pertama berjalan cukup tersendat karena ketidaksiapan PPLN dalam menyelenggarakan proses pemilihan. Tidak tersedianya kertas segel pada hari pertama menjadi catatan tersendiri karena waktu pelaksanaannya dimulai pagi hari. Namun pada akhirnya proses berjalan dengan lancar.

Hasil Exit Poll: PKS Menang

Berdasarkan exit poll yang dilakukan oleh CORAK (Corong Aspirasi Rakyat), lembaga independen yang terdiri dari mahasiswa lintas Universitas di Malaysia, hasil menunjukkan PKS unggul.

CORAK merilis Exit Poll untuk pemilu yang sudah melakukan pencoblosan sampai hari ini (3/4/2014) di Sabah, Serawak dan KL (Pabrik Western Digital), hasilnya:

PKS =34%
PDIP =30%
PD =20%
Golkar =16% 


Antrian panjang TKI Pabrik Western Digital

Salam 3 jari usai mencoblos #mantaPKS

Exit Poll Pemilu Luar Negeri, PKS Menang di Malaysia

 Para pekerja Pabrik Western Digital Malaysia bersiap mencoblos di TPS hari ini (Kamis 3/4/14)

Adalah menarik jika kita mengamati pola perilaku pemilih di Luar Negeri. Dengan iklim politik yang menaungi dan mempengaruhi individu yang ada didalam Negara itu, maka kami tertarik untuk melakukan survey untuk wilayah Malaysia, khususnya adalah Kuala Lumpur dan sekitarnya.

CORAK (Corong Aspirasi Rakyat) adalah lembaga independen yang akan melakukan survey. Kami terdiri dari mahasiswa lintas Universitas di Malaysia dan tidak secara langsung dibawah PPI (secara struktur organisasi kami independen tapi secara individu dibawah PPI). Kami mempunyai 2 metode survey:

1. Exit Poll yaitu menanyai beberapa orang yang baru selesai mencoblos

Kami mengambil secara acak 50 orang untuk sampel dengan pertanyaan tunggal: tadi memilih partai apa ?

2. Survey, apa pilihannya dan apa alasannya memilih.

Metode kedua ini kami lakukan berdasarkan Cluster Random Sampling dengan cluster TKI, Ekspatriat dan Pelajar dengan proporsi sesuai dengan populasi dengan margin error 3,2% dan tingkat kepercayaan 95%. Jumlah responden 1200 yang tersebar di KL, Selangor, Johor,Penang, Perak, Pahang, Negeri Sembilan, Melaka, Terengganu, Kelantan.

Hasil

Yang sudah melakukan pencoblosan sampai hari ini (3/4/2014) adalah Sabah, Serawak dan KL (Pabrik Western Digital). Ke 50 orang yang ditanya menjawab sebagai berikut :

PKS (17 orang) =34%
PDIP (15 orang) =30%
PD (10 orang) =20%
Golkar (8 orang) =16%

Ternyata PKS mendapatkan tempat yang cukup tinggi di masyarakat Indonesia yang tinggal di Malaysia, khususnya di KL dan sekitarnya.

Sedangkan survey yang dilakukan mendapatkan hasil sebagai berikut :

PKS (30.2%)
Golkar (22.4%)
PDIP (16.1%)
PD (9.4%)
Gerindra (5.2%)
Hanura (3.3%)
Lain2 (13.4%)

Terlihat lagi2 PKS mendapatkan suara terbanyak dibandingkan tempat lain. Untuk mengeksplorasi alasan memilih partai itu, kami menanyakan alasan mereka memilih partai tertentu.

Apa alasan bapak/ibu memilih partai tersebut ?

Sebagian besar Pemilih PKS (61.92%) memilih karena aktivitas PKS yang perhatian terhadap mereka antara lain pengajian/taklim, kursus2 ketrampilan. Sisanya tersebar karena kenal, percaya dengan partai dsb. Temuan ini cukup mengejutkan karena kalau dalam media-media utama PKS selalu dicitrakan ideologis. Ternyata persepsi masyarakat berbeda dengan yang dicitrakan media.

Sedangkan pemilih Golkar (81.70%) karena gambar yang diketahui dan percaya terhadap kiprahnya dulu.

Sedangkan 63.35% dari pemilih PDIP beralasan bahwa mereka memilih karena faktor ideology/agama, dan dibawah itu (26.70%) memilih karena faktor Jokowi. Temuan ini juga sedikit mengejutkan. Anggapan yang beredar di media massa, pemilih PDIP akan sangat dipengaruhi oleh jokowi effect. Ternyata dalam survey pemilih terbesar justru karena alasan ideologis/agama, baru faktor jokowi nomer berikutnya dengan persentase kurang lebih setengahnya.

Pemilih PD masih percaya bahwa SBY masih yang terbaik (68.09%). Jadi faktor2 yang lain cukup kecil seperti keberhasilan pemerintahan selama sepuluh tahun, partai yang modern dsb.

Ternyata Faktor Prabowo masih mendominasi alasan mereka memilih Gerindra (71.15%). Mereka beranggapan bahwa kalau Gerindra menang, Indonesia akan dipimpin oleh pemimpin yang tegas dan merakyat.

Faktor Wiranto bagi pemilih Hanura ternyata tidak terlalu signifikan (48.49%) dibandingkan kinerja partai, yaitu partai bersih (33.33%).

Catatan:

1. Dari hasil survey itu ternyata, ada perbedaan antara citra yang ada di media massa dan dalam masyarakat. Utamanya PKS dan PDIP yang berbalikan secara posisi. PKS dikenal karena kiprahnya sedangkan PDIP karena ideology/agamanya.

2. Hasil survey ini memberikan hasil yang mengejutkan bagi PKS karena, perolehan suaranya yang meningkat tajam di Malaysia. Kalau 2009 hanya mendapat peringkat ke 4 dalam kisaran 7% ternyata dalam survey, 2014 PKS di Malaysia mendapatkan lebih dari 30%. Sedangkan partai2 lain fluktuasi suaranya masih tidak terlalu terlihat.


*by Zeta
sumber: kompasiana

Anis Matta Jadi Saksi Mualafnya Mudji Massaid


PALU -- Mudji Massaid, adik dari mendiang politisi Partai Demokrat Adji Massaid mengucapkan dua kalimat syahadat di pondok pesantren (Ponpes) Al-Chairaat Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) Kamis (3/4/2014).

Mudji yang sosoknya sempat dikenal khalayak sebagai pendamping Angelina Sondakh ketika menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini dituntun Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri bersyahadat.

Dalam acara pemualafan itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta hadir dalam acara itu. Anis mengaku bahagia cahaya Islam bisa mengantar Mudji ke gerbang mualaf. Ia senang, hidayah kepada Mudji menguat manakala ikut serta dalam beberapa kampanye yang PKS gelar jelang Pemilu 2014 ini.

"Sebetulnya secara pribadi belum kenal baik, tapi waktu ikut PKS dia ungkapkan ingin masuk Islam, jadi Alhamdulilah sekarang realisasinya Mualaf," ujar Anis. (ROL)

Mudji Massaid dihadapan Anis Matta dan Mensos Salim Segaf saat pengucapan syahadat

Mudji Massaid (dua dari kiri) dan rekan-rekan artis sering ikut dalam acara Kampanye PKS

Media Takut Demam PKS


Ada yang aneh dari acara "Duel Kandidat" TvOne yang ditayangkan live pada Senin 31 Maret kemarin. Ke "aneh" an "Duel Kandidat" yang salah satu pesertanya adalah Habib Aboe Bakar Al-Habsy dari PKS ini cukup ramai dibincangkan di social media. APA itu?

Ya. Tak seperti tayangan "Duel Kandidat" sebelum-sebelumnya, "Duel Kandidat" TVOne kali ini tak ada POLLING SMS untuk memilih kandidat.

"Gimana nih cara kita dukung kandidat PKS di DUEL KANDIDAT?" begitu banyak pertanyaan senada yang mention ke akun @pkspiyungan.

Saya yang memelototi TVOne untuk mencari jawaban tak ketemu-ketemu juga. Sampai akhir acara tak ada di layar kaca petunjuk POLLING SMS yang biasanya ada.

Oooohhh ternyata "Duel Kandidat" TVOne kali ini memang tak ada POLLING SMS.

"Ternyata pada takut, kalau ada polling pasti PKS yang menang" komentar di timeline twitter bersliweran dengan nada yang sama "Polling ditiadakan karena takut PKS menang".

Kalau kita perhatikan, memang di setiap acara "Duel Kandidat" TVOne dimana ada peserta wakil dari PKS, maka pasti POLLING akan dimenangkan oleh kandidat dari PKS.

Beberapa postingan di web PKS Piyungan mencatat:

(1) Mustofa Nahra Caleg PKS Dapil Jateng mendapat Polling tertinggi (32,34%) dalam "Duel Kandidat" TvOne (Senin 27/1/2014) dengan tema "Caleg Adu Visi Bicara Toleransi".



(2) Andi Rahmat Caleg PKS unggul "Duel Kandidat" TvOne (Senin 3/2/2014) dengan Topik "Caleg Adu Aksi Bicara Korupsi". 



(3) Zainudin Paru, SH Caleg PKS Dapil NTT 1 unggul di Duel Kandidat Tv One (Senin, 3/3/2014) menghadirkan lima caleg dari PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra dan PKS.



(4) Nasir Djamil Caleg PKS Dapil Aceh unggul di Duel Kandidat Tv One (Senin 24/3/2014)



Setelah beberapa kali menang dalam poling di acara "Duel Kandidat" di TVOne, sepertinya media menjadi trauma karena di setiap POLLING dimenangkan oleh Partai Keadilan Sejahtera lagi.

Tak hanya di acara TV, di polling koran pun PKS menjadi favorite, seperti POLLING di kora Warta Kota. Koran ibukota ini mencatat PKS menjadi Partai Favorite pembaca dengan raihan 46%.


Di media online juga sama. Misalnya di www.beritasatu.com merilis polling parpol paling bersih. Dan hasilnya cukup “mengerikan” bagi aktivis dunia maya. Betapa tidak, Partai yang dijuluki sang pembawa gelombang kesejahteraan ini mampu meraih suara tertinggi.

Dari data ini menunjukkan bahwa partai ini menjadi selebriti di mana-mana. Baik di dunia maya maupun di dunia nyata (lihat saja kampanye PKS yang selalu dipenuhi ribuan massa di manapun).

Kondisi ini mencerminkan kesolidan dan ketangguhan PKS yang luar biasa dimana setahun terakhir ini 'digebuki' oleh media. 

Pokoke #mantapks #siipks #cakepks #yupks :)

Warga Pasar Kaget Presiden PKS Masih Muda



Anis Matta ketika berkampanye naik "jet pribadi" di Kalimantan

PKS BANGILAN.REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Annis Matta mendatangi Pasar Minggu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu Selasa (1/4). Dalam lawatan ini, Anis menyedot perhatian pengunjung pasar yang kebanyakan ibu-ibu.

Anis yang tampil necis dengan kemeja putih lengan digulung dan jeans biru memikat pengunjung pasar untuk berkenalan dengannya. Umumnya, mereka baru mengetahui siapa Anis dan tak menyangka dengan sosok pemimpin sebuah partai besar namun berusia muda.

"Ternyata masih muda ya pak, semoga saja visinya untuk Indonesia juga tidak kolot sesuai dengan penampilannya," ujar Hartawati seorang pengunjuang pasar sambil sibuk berebut jabat tangan dengan Anis.

Dalam lawatan ini, Anis didampingi para Caleg Bengkulu mendata aspirasi dari para pedagang dan pengunjung. Mayoritas dari mereka mengeluhkan kebijakan pemerintah daerah yang 'melempar-lempar' lokasi mereka untuk berdagang.

"Kita jelang pemilu ini baru dikasi tempat pak, sebelumnya kita digusur ke dekat pantai (Pasar Barukoto), di sana kami tidak dapat omzet, lalu dipingpong lagi ke sini," ujar Baharun pedagang beras pasar setempat.

Anis pun berjanji untuk menyerap keluhan ini agar bisa ditinjau ulang oleh kader PKS yang berdiri di DPRD Kota Bengkulu.
(ROL)

Luthfi: Kasus Daging Trigger untuk Menangkan Pemilu

Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Runi/Okezone)Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Runi/Okezone)PKS BANGILAN.-JAKARTA - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, menyatakan kasus kuota impor daging sapi bakal menjadi pemicu kader-kadernya untuk memenangkan Pemilihan 2014. Luthfi optimistis PKS bakal masuk tiga besar partai pemenang Pemilu.
 
"Apa pun yang dilakukan pada saya, PKS akan tetap masuk tiga besar. Itu pendapat mereka (kasus impor sapi dianggap menggerus suara PKS). Tapi faktanya justru menjadi trigger dan pemicu bagi seluruh kader untuk memenangkan Pemilu 2014 ini," kata Luthfi usai bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Selasa (25/3/2014).
 
Menurut Luthfi, kemenangan PKS bukan disebabkan faktor para pemimpinnya. "Tetapi rahasianya adalah kinerja partainya. Makin digencet, kerja kader PKS akan makin keras dan bergairah," ujar Luthfi menambahkan.
 
Luthfi mengakui survei-survei menempatkan PKS masuk sebagai partai yang bakal jeblok dalam meraup suara pemilih. "Dari dulu sejak 1998 dan 2004, PKS tak pernah bagus tapi realitas di lapangan tak pernah turun dan meningkat terus dan akan masuk tiga besar dan akan menang," tegas Luthfi.
(ded) (okezone.com)

9 April, Memilih Tak Perlu Risih


*by Nandang Burhanuddin

"9 April, Memilih Tak Perlu Risih"

"Stad, Pemilu 9 April nyoblos?"

"Ya. Insya Allah. Sebagai muslim dan sebagai WNI, saya ndak mau pasif. Kalau enta, nyoblos apa kagak?"

"Ragu nih. Pesimis. Pemilu boros, lahirkan pemimpin yang boros!"

"Ya. Ane sich pengennya kagak ada Pemilu. Dah sim salabim aja. Tapi itu tadi. Kita kan hidup pake aturan. Nah aturan kampanye dll dibuat oleh anggota DPR-Pemerintah. Kalau boros, ya salah kita sendiri, kenapa gak menjadi pemilih cerdas!"

"Perasaan, sebagai rakyat kita salah melulu ya stad. Milih salah, kagak milih salah!"

"Nah ntu enta paham. Posisi rakyat di negara berkembang memang dibuat serba salah. Pemerintah itu "bahagia" kalau rakyatnya bodoh-bodoh. Atau kalaupun pinter-pinter, pemerintah maunya pinter yang pasif. Kagak ikutan politik! Supaya kekuasaan itu turun temurun dan Loe Lagi Loe Lagi!"

"Terus gimana dong!"

"Ya. Bismillah saja. Dekatkan diri kepada Allah. Mohon petunjuk. Kalau saya, insya Allah sudah banyak Caleg yang saya kenal. Saya akan coblos. Kalau mereka pada ikutan boros, apalagi korup! Saya coba ingatkan!"

"Siapa aja sich tad?"

"Kalau partainya, saya coblos PKS. Kalau DPD untuk Dapil Jabar, ane pilih Drs. Suharna, MT. Nomor 30. Nah kalau DPR pusat ane pilih orang-orang sains. Kalau di Provinsi dan Kabupaten/kota, ane pilih yang paling dekat dan paling dikenal! Untuk Pemilu Luar Negeri, ane rekomendasikan DR. Taufik Ramlan"

"Oh ya. Kalau gitu, ntar ane juga milih stad!"
(pkspiyungan)